Jam Buka

Mon - Fri: 7AM - 7PM

Menampilkan: 1 - 7 dari 7 HASIL
judi

Mengenal 5 Gejala Hepatitis Akut – Portal Kesehatan Masyarakat

Kondisi dunia yang saat ini masih diselimuti oleh pandemi Covid-19, harus kembali mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) berupa Hepatitis Akut. Kondisi Hepatitis Akut ini pertama kali ditemukan di Inggris pada tanggal 5 April 2022  dan dikabarkan telah memasuki Indonesia. Hal ini diperkuat dengan meninggalnya tiga anak di Indonesia yang diakibatkan oleh infeksi penyakit hepatitis akut. Penyebab dari penyakit tersebut saat ini masih belum diketahui secara pasti.

Menanggapi kondisi demikian, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengambil langkah cepat untuk melakukan investigasi melalui pemeriksaan panel virus lengkap dan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui lebih lanjut penyebab dari penyakit ini.

Pada keterangannya mengenai penyakit Hepatitis Akut pada anak ini, Prof. Dr. dr. Hanifah Oswari, Sp.A, selaku dokter Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi RSCM FKUI menyatakan bahwa dugaan sementara, penyakit ini disebabkan oleh Adenovirus, SARS CoV-2, virus ABV dll yang menyerang saluran cerna dan pernafasan dari pasien yang terinfeksi.

Sebagai salah satu bentuk preventif dari penanganan penyakit Hepatitis Akut ini, terdapat beberapa gejala penyakit yang dapat segera diantisipasi oleh orang tua, agar meminimalisir kemungkinan terburuk akibat paparan hepatitis akut ini, diantaranya adalah :

Mual/muntah

Diare berat

Muntah

Urine berwarna pekat

BAB berwarna putih pucat.

Dengan memahami beberapa gejala penyakit Hepatitis Akut diatas, diharapkan masyarakat jauh lebih siap dan bisa melakukan pemeriksaan sedini mungkin ke fasilitas kesehatan terdekat, agar proses diagnosis, penanganan, hingga penyembuhan dapat segera dilakukan sesuai dengan prosedur.

Para orang tua juga diharapkan lebih meningkatkan kewaspadaan dan memberikan pengawasan kepada putra dan putrinya. Apabila anak sakit dengan berbagai gejala di atas, segera lakukan pemeriksaan untuk mendapatkan pertolongan dari tenaga kesehatan. Jangan menunggu hingga anak kehilangan kesadaran maupun kejang.

Lakukan tindakan pencegahan dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker dan mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan, serta menghindari kontak dengan orang sakit untuk meminimalisir kemungkinan paparan dari penyakit Hepatitis Akut.

Editor: Astasari
          Mutiara Mutia Rani

 

 



judi

Mengenal 5 Gejala Hepatitis Akut – Portal Kesehatan Masyarakat

Kondisi dunia yang saat ini masih diselimuti oleh pandemi Covid-19, harus kembali mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) berupa Hepatitis Akut. Kondisi Hepatitis Akut ini pertama kali ditemukan di Inggris pada tanggal 5 April 2022  dan dikabarkan telah memasuki Indonesia. Hal ini diperkuat dengan meninggalnya tiga anak di Indonesia yang diakibatkan oleh infeksi penyakit hepatitis akut. Penyebab dari penyakit tersebut saat ini masih belum diketahui secara pasti.

Menanggapi kondisi demikian, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengambil langkah cepat untuk melakukan investigasi melalui pemeriksaan panel virus lengkap dan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui lebih lanjut penyebab dari penyakit ini.

Pada keterangannya mengenai penyakit Hepatitis Akut pada anak ini, Prof. Dr. dr. Hanifah Oswari, Sp.A, selaku dokter Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi RSCM FKUI menyatakan bahwa dugaan sementara, penyakit ini disebabkan oleh Adenovirus, SARS CoV-2, virus ABV dll yang menyerang saluran cerna dan pernafasan dari pasien yang terinfeksi.

Sebagai salah satu bentuk preventif dari penanganan penyakit Hepatitis Akut ini, terdapat beberapa gejala penyakit yang dapat segera diantisipasi oleh orang tua, agar meminimalisir kemungkinan terburuk akibat paparan hepatitis akut ini, diantaranya adalah :

Mual/muntah

Diare berat

Muntah

Urine berwarna pekat

BAB berwarna putih pucat.

Dengan memahami beberapa gejala penyakit Hepatitis Akut diatas, diharapkan masyarakat jauh lebih siap dan bisa melakukan pemeriksaan sedini mungkin ke fasilitas kesehatan terdekat, agar proses diagnosis, penanganan, hingga penyembuhan dapat segera dilakukan sesuai dengan prosedur.

Para orang tua juga diharapkan lebih meningkatkan kewaspadaan dan memberikan pengawasan kepada putra dan putrinya. Apabila anak sakit dengan berbagai gejala di atas, segera lakukan pemeriksaan untuk mendapatkan pertolongan dari tenaga kesehatan. Jangan menunggu hingga anak kehilangan kesadaran maupun kejang.

Lakukan tindakan pencegahan dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker dan mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan, serta menghindari kontak dengan orang sakit untuk meminimalisir kemungkinan paparan dari penyakit Hepatitis Akut.

Editor: Astasari
          Mutiara Mutia Rani

 

 



judi

Mengenal Penyakit Hepatitis Akut dan Gejalanya – Portal Kesehatan Masyarakat

Baru-baru ini, dunia kembali dilanda pandemi hepatitis akut. Penyakit ini pertama kali dilaporkan di Inggris pada tanggal 5 April 2022. Saat ini pandemi tersebut telah menyebar hingga Indonesia dan menyebabkan kematian tiga orang anak.

Menurut Prof. Dr. dr. Hanifah Oswari, Sp. A, selaku dokter Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi RSCM FKUI, penyakit ini diduga berasal dari Adenovirus, SARS CoV-2, virus ABV dll, yang menyerang saluran pencernaan dan pernafasan dari pasien yang terserang hepatitis akut ini.

Dengan kondisi demikian, diharapkan seluruh masyarakat, terutama orang tua yang memiliki putra dan putri, dapat lebih meningkatkan pengawasan, kewaspadaan, dan membekali diri dengan informasi terkait gejala dan cara pencegahan dari penyakit hepatitis akut ini.

Berikut ini adalah beberapa gejala hepatitis akut yang umum terjadi kepada pasien dan harus diketahui, diantaranya adalah :

1.       Mual/muntah

2.       Diare berat

3.       Muntah

4.       Urin berwarna pekat

5.       BAB berwarna putih pucat.

Dengan beberapa informasi terkait gejala hepatitis akut diatas, diharapkan para orang tua dapat mengetahui dan melakukan tindakan preventif dengan melakukan pemeriksaan lebih awal ke fasilitas kesehatan terdekat, agar bisa segera mendapatkan diagnosis awal dan penanganan yang cepat dan tepat oleh petugas kesehatan yang berwenang.

Tetap jaga protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan mencuci tangan, agar meminimalisir adanya kemungkinan paparan hepatitis aku dan Covid-19 pada diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

 



judi

[SALAH] Vaksin Covid-19 Penyebab Hepatitis Akut pada Anak-Anak – Portal Kesehatan Masyarakat

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan meminta penjelasan dari dr. Adam Prabata. Ia menyebut studi yang dicantumkan dalam pesan berantai tidak berhubungan dengan anak-anak.

“Penyakit dalam studi tersebut adalah hepatitis autoimun dan itu sangat jarang. Studi menjelaskan bahwa hal itu terjadi pada laki-laki berusia 52 tahun dan bukan anak-anak,” ujar dr. Adam saat dihubungi Selasa (10/5/2022).

“Sementara mayoritas anak-anak yang terkena hepatitis akut misterius belum divaksinasi. Jadi tidak ada bukti bahwa vaksin covid-19 menyebabkan hepatitis akut misterius pada anak,” katanya menambahkan.

Selain itu Cek Fakta Liputan6.com juga menemukan artikel dari AFP Fact Check berjudul “Hepatitis outbreak in children misleadingly linked to Covid-19 vaccination” yang tayang pada 6 Mei 2022.

Dalam artikel tersebut terdapat sejumlah penjelasan seperti dari Juru Bicara Kesehatan Masyarakat Inggris, “Tidak ada hubungannya dengan vaksin covid-19. Semua pasien konfirmasi hepatitis akut usianya di bawah 10 tahun dan belum divaksin covid-19.”

Selain itu terdapat juga penjelasan dari Sara Hassan, ahli hepatologi transplantasi pediatrik di Mayo Clinic Children’s Center.

“Studi yang dicantumkan dalam pesan berantai dilakukan pada orang dewasa yang mencoba menghubungkan vaksin covid-19 dan hepatitis autoimun. Dan itu adalah entitas terpisah dan berbeda dari hepatitis yang menyerang anak,” kata Sara.

Sementara itu Rima Fawaz, Direktur Medis Hepatologi Pediatrik di Yale University School of Medicine, mengatakan hepatitis parah akut yang dilaporkan pada anak-anak dianggap menular, sedangkan hepatitis autoimun yang dialami oleh pria dalam penelitian tersebut, tidak.

“Hepatitis autoimun adalah ‘disregulasi’ kekebalan, di mana tubuh Anda memiliki respons abnormal dan justru menyerang hati Anda. Ini diobati dengan menekan sistem kekebalan” ujar Fawaz.

“Sebaliknya, anak-anak yang sakit menunjukkan gejala menular seperti demam, dan menerima perawatan yang berbeda,” kata Fawaz.

Dia menyimpulkan bahwa bukti tidak mendukung gagasan bahwa lonjakan kasus hepatitis pediatrik terkait dengan vaksin Covid-19. “Untuk mengatakan ini terkait dengan vaksinasi Covid tidak masuk akal,” kata Fawaz.

Selain itu Daily Expose yang dicantumkan dalam pesan berantai sendiri juga website yang kerap memberikan informasi tidak akurat. Cek Fakta Liputan6.com belum lama ini juga membuat bantahan artikel dari Daily Expose yang menyebut Moderna sebagai pembuat virus Corona covid-19.

Kementerian Kesehatan RI juga telah membantah adanya hubungan vaksinasi Covid-19 dengan Hepatitis akut pada anak-anak.

“Kejadian ini dihubungkan dengan vaksinasi COVID-19 itu tidak benar, karena kejadian saat ini tidak ada bukti bahwa itu berhubungan dengan vaksinasi COVID-19,” ujar Dr dr Hanifah Oswari, spesialis anak konsultan gastrohepatologi RS Cipto Mangunkusumo – Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (RSCM-FKUI).


judi

5 Tips Pencegahan Hepatitis Akut yang Harus Kamu Ketahui – Portal Kesehatan Masyarakat

Dalam beberapa waktu terakhir, dunia kembali mendapat serangan  penyakit  hepatitis akut yang menyerang anak-anak. Untuk pertama kalinya kasus ini dilaporkan di Inggris pada 5 April 2022 dan saat ini (13/05) telah menyebar hingga 20 negara termasuk Indonesia. di Indonesia sendiri, saat ini dilaporkan bahwa ada dugaan kasus hingga mencapai 18 orang, dimana 9 kasus masuk status pending classification, tujuh discarded, satu dalam proses verifikasi dan satu probable.

Hasil temuan sementara, diduga penyebab dari hepatitis akut ini adalah adenovirus, SARS CoV-2, virus ABV dll. Yang berfokus untuk menyerang saluran cerna dan saluran pernafasan. Dengan mengetahui hal tersebut, maka pencegahan penyebaran menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan, agar tidak terjadi penambahan jumlah kasus aktif di tengah masyarakat Indonesia.

Berikut ini adalah beberapa tips terhindar dari hepatitis akut, yang dapat kita lakukan bersama, diantaranya adalah sebagai berikut:

Menerapkan protokol kesehatan, terutama menggunakan masker dan mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas

Memastikan makanan yang dikonsumsi dalam keadaan matang dan bersih

Menghindari kontak dengan orang yang sakit

Kurangi mobilitas

Tidak bergantian alat makan dengan orang lain.

Dengan menerapkan beberapa cara mencegah hepatitis akut diatas, diharapkan mampu meminimalisir kemungkinan paparan hepatitis akut.

Segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala hepatitis akut seperti mual, muntah, diare berat hingga demam ringan untuk mendapatkan diagnosa lebih awal. Sehingga proses penanganan pasien dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Tetap jaga protokol kesehatan dan segera vaksinasi Covid-19 bagi yang belum untuk meminimalisir risiko kematian dan hal-hal yang tidak diinginkan akibat paparan Covid-19.

Editor : Astasari
            Mutiara Rani

 

 



judi

3 Gejala Gagal Ginjal Akut yang Harus Diwaspadai – Portal Kesehatan Masyarakat


Penyakit gagal ginjal akut menjadi salah satu masalah kesehatan yang saat ini tengah marak terjadi ditengah masyarakat. Berdasarkan penyebarannya, penyakit ini banyak menjangkit anak dengan rentang usia 0 – 18 tahun. Dengan kondisi tersebut, diharapkan para orang tua dapat memberikan perhatian lebih terhadap perkembangan kesehatan buah hatinya.

Salah satu bentuk perhatian terhadap perkembangan kesehatan anak, adalah dengan mengenal gejala gagal ginjal akut yang muncul pada anak. Sehingga dengan demikian, proses penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum semakin memburuk.

Berikut ini adalah berbagai gejala gagal ginjal akut yang harus diwaspadai oleh para orangtua, diantaranya adalah:

Anak mengalami demam, batuk hingga pilek

Anak mengalami gejala infeksi saluran cerna seperti mual hingga muntah

Urine pada anak mengalami perubahan warna, yaitu menjadi pekat coklat, dan juga mengalami penurunan jumlah urin, sehingga buah hati tidak buang air kecil sama sekali.

Penanganan Pasien Anak Gagal Ginjal Akut

Dengan mengetahui berbagai gejala gagal ginjal akut, diharapkan dapat memberikan informasi, sehingga dapat lebih meningkatkan kewaspadaan kepada para orangtua.

Apabila anak mengalami berbagai gejala di atas, diharapkan para orangtua dapat sedini mungkin membawa buah hatinya untuk melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat, sehingga proses penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan sesuai dengan protokol penanganan pasien gagal ginjal akut yang terkandung dalam SK Nomor HK.02.02./2/I/3305/2022

Review: Astasari