Jam Buka

Mon - Fri: 7AM - 7PM

Menampilkan: 1 - 3 dari 3 HASIL
judi

[SALAH] Gambar Anies dengan Narasi “Untuk Semua Pendukung Saya, Jangan Lupa Coblos No.2 Prabowo Gibran” – Portal Kesehatan Masyarakat

Akun Facebook Andi Zzh memposting sebuah gambar Anies Baswedan dengan gaya dua jari. Dalam gambar yang diunggah pada 30 Januari 2024 pukul 08.34 terdapat narasi “Untuk Semua Pendukung Saya, Jangan Lupa Coblos No.2 Prabowo Gibran”.

Setelah ditelusuri menggunakan Google Image ditemukan sebuah gambar yang identik dengan postingan Facebook pada website Tribun dalam artikel berjudul “Anies Baswedan Dukung Jokowi-JK Salam 2 Jari” Sabtu, 5 Juli 2014 pukul 15.02 WIB. Gambar tersebut merupakan gambar saat Anies menjadi juru kampanye pasangan Jokowi- JK di lapangan Irepa, Cilodong, Depok 4 Juli 2014.

Dengan demikian gambar Anies menunjukkan dua jari dengan “Untuk Semua Pendukung Saya, Jangan Lupa Coblos No.2 Prabowo Gibran” tidak benar. Gambar tersebut merupakan gambar saat Anies menjadi juru kampanye pasangan Jokowi JK. Narasi pada gambar tersebut tidak berhubungan dengan gambar, sehingga masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.



judi

Tidak Benar Foto Anies Baswedan Ajak Pendukungnya Coblos Pasangan Prabowo – Gibran – Portal Kesehatan Masyarakat

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan memasukkan foto di postingan menggunakan Google Lens. Penelusuran menemukan foto yang identik dengan postingan.
Foto itu diunggah oleh Tribunnews.com dalam artikel berjudul “Anies Baswedan Dukung Jokowi-JK Salam 2 Jari” yang tayang pada Sabtu, 5 Juli 2024.
Dalam artikel itu terdapat narasi foto sebagai berikut:
“KONSER SALAM 2 JARI – Juru Kampanye pasangan Jokowi-JK, Anies Baswedan, mengajak para pengunjung yang hadir pada Konser Ngabuburit Salam 2 Jari untuk memilih Jokowi-JK, di Lapangan Irepa, Cilodong, Depok, Jumat (4/7). Menurut Baswedan, Jokowi-JK pemimpin yang jujur, dan berkarakter. (Warta Kota/nur ichsan)”



judi

Keliru, Pengungsi Rohingya Direkrut Datang ke Aceh untuk Coblos Anies Baswedan – Portal Kesehatan Masyarakat

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Aceh, Azharul Husna, mengatakan bahwa narasi yang mengatakan pengungsi Rohingya datang ke Aceh karena direkrut untuk mencoblos di Pemilu 2024 adalah keliru.
Dia menjelaskan dua fakta yang bertentangan dengan narasi yang beredar di YouTube tersebut. Pertama, sesungguhnya alasan kepergian pengungsi Rohingya dari tempat asalnya adalah perang dan situasi represif yang mereka alami.
“Kedua, untuk dapat memilih (dalam pemilu), peserta harus masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT),” kata Husna pada Tempo melalui pesan, Selasa, 6 Februari 2024.
Pihaknya telah mengkonfirmasi kemungkinan pengungsi Rohingya masuk DPT Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk Pemilu 2024, pada Kordiv Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi, Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh, Safwani.
Mustahil pengungsi Rohingya mencoblos dalam pemilu di Indonesia karena tidak memenuhi persyaratan, berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) No.7 Tahun 2022. Sebab mereka yang memiliki hak suara pada pemilu di Indonesia adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang sudah genap berumur 17 (tujuh belas) tahun atau lebih, dan sudah kawin atau sudah pernah kawin.
“Sementara pengungsi Rohingya stateless (karena tidak diakui Myanmar sebagai warga negara), dan tidak memegang kewarganegaraan apapun termasuk Indonesia,” kata Husna lagi.
Sebelumnya, beredar pula narasi yang mengatakan bahwa pengungsi Rohingya datang ke Indonesia untuk menambah suara atau pemilih salah satu capres dalam Pilpres 2024. Namun, berdasarkan penelusuran Tempo, narasi tersebut keliru.
Faktanya, dari berbagai sumber terkonfirmasi, orang etnis Rohingya keluar dari kamp pengungsi Cox Bazar, Bangladesh, tempat mereka tinggal sebelumnya, untuk menghindari bahaya yang semakin mengancam di sana.
Setelah terusir dari Myanmar tahun 2017 lalu oleh serangan militer, mereka mengungsi ke kamp Cox Bazar, namun semakin hari semakin terancam penculikan dan pemerasan. Mereka berusaha menyelamatkan diri ke beberapa negara lain, di antaranya Malaysia, Indonesia, dan India.