Jam Buka

Mon - Fri: 7AM - 7PM

Menampilkan: 1 - 1 dari 1 HASIL
judi

Keliru, Pengungsi Rohingya Direkrut Datang ke Aceh untuk Coblos Anies Baswedan – Portal Kesehatan Masyarakat

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Aceh, Azharul Husna, mengatakan bahwa narasi yang mengatakan pengungsi Rohingya datang ke Aceh karena direkrut untuk mencoblos di Pemilu 2024 adalah keliru.
Dia menjelaskan dua fakta yang bertentangan dengan narasi yang beredar di YouTube tersebut. Pertama, sesungguhnya alasan kepergian pengungsi Rohingya dari tempat asalnya adalah perang dan situasi represif yang mereka alami.
“Kedua, untuk dapat memilih (dalam pemilu), peserta harus masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT),” kata Husna pada Tempo melalui pesan, Selasa, 6 Februari 2024.
Pihaknya telah mengkonfirmasi kemungkinan pengungsi Rohingya masuk DPT Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk Pemilu 2024, pada Kordiv Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi, Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh, Safwani.
Mustahil pengungsi Rohingya mencoblos dalam pemilu di Indonesia karena tidak memenuhi persyaratan, berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) No.7 Tahun 2022. Sebab mereka yang memiliki hak suara pada pemilu di Indonesia adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang sudah genap berumur 17 (tujuh belas) tahun atau lebih, dan sudah kawin atau sudah pernah kawin.
“Sementara pengungsi Rohingya stateless (karena tidak diakui Myanmar sebagai warga negara), dan tidak memegang kewarganegaraan apapun termasuk Indonesia,” kata Husna lagi.
Sebelumnya, beredar pula narasi yang mengatakan bahwa pengungsi Rohingya datang ke Indonesia untuk menambah suara atau pemilih salah satu capres dalam Pilpres 2024. Namun, berdasarkan penelusuran Tempo, narasi tersebut keliru.
Faktanya, dari berbagai sumber terkonfirmasi, orang etnis Rohingya keluar dari kamp pengungsi Cox Bazar, Bangladesh, tempat mereka tinggal sebelumnya, untuk menghindari bahaya yang semakin mengancam di sana.
Setelah terusir dari Myanmar tahun 2017 lalu oleh serangan militer, mereka mengungsi ke kamp Cox Bazar, namun semakin hari semakin terancam penculikan dan pemerasan. Mereka berusaha menyelamatkan diri ke beberapa negara lain, di antaranya Malaysia, Indonesia, dan India.