Jam Buka

Mon - Fri: 7AM - 7PM

Menampilkan: 1 - 7 dari 7 HASIL
judi

Ganjar Sebut 12.000 Desa di Indonesia Blank Spot – Portal Kesehatan Masyarakat

Senior Research Associate Centre for Innovation Policy and Governance, Klara Esti, mengatakan pernyataan itu kurang tepat karena angka 12.000 desa masih blank spot kemungkinan mengacu data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), namun yang dimaksud sebenarnya adalah 12.584 desa dan kelurahan yang belum tersentuh sinyal internet 4G.

“Adapun Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Nasional mencatat terdapat 25.000 desa saat ini masih black spot tidak ada sinyal telekomunikasi,” tulis Klara Esti kepada Tim Cek Fakta.

Dosen Hukum Ketenagakerjaan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Nabyla Risfa Izzati, juga mengatakan hal yang sama.

“Sebagian benar. Karena data ini (12.000 desa) hanya tepat jika konteksnya adalah internet 4G. Pada 2022, Kominfo menyebutkan bahwa masih ada 12.548 yang belum mendapatkan internet 4G,” tulisnya.

Sementara, Direktur Eksekutif Setara Institute, Halili Hasan, mengatakan angka desa blank spotyang diklaim Ganjar terlalu besar.

“Jumlah desa kita adalah 83.794. Menurut data Kemenkominfo 11% dari keseluruhan desa mengalami blank spot seluler, artinya hanya 9.217,34 desa,” ungkapnya.



judi

Sebagian Benar, Klaim Ganjar Pranowo Tentang 12 Ribu Desa Masih Blank Spot Internet – Portal Kesehatan Masyarakat

Dosen Hukum Ketenagakerjaan Fakultas Hukum UGM, Nabiyla Risfa Izzati, mengatakan data itu sebagian benar, karena ini hanya tepat jika konteksnya adalah internet 4G. Pada tahun 2022, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyebutkan bahwa masih ada 12.548 yang belum mendapatkan internet 4G.
Dilansir dari Liputan6.com pada 12 Februari 2022, masih ada sekitar 12 ribu desa atau kelurahan di Indonesia yang belum mendapatkan akses internet 4G. Menurut Staf Khusus Menkominfo yang juga Co-Chair Digital Economy Working Group G20 2022, Dedy Permadi, dari 83.218 desa dan kelurahan, masih ada 12.548 desa dan kelurahan yang belum memiliki akses internet 4G.
Dikutip dari Kompas.id, dari 74.000 lebih desa di Indonesia, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mencatat juga masih ada 12.000 desa yang belum memiliki akses internet serta lebih dari 9.000 desa merupakan desa terdepan, tertinggal, dan terluar (3T).
Informasi yang diunggah di website Kominfo pada 26 Juli 2018, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) mengungkapkan, jumlah akses internet 2G dan 3G lebih luas dibandingkan 4G. Dengan luas permukiman di Indonesia sebesar 44.565 km persegi dengan jumlah desa 83.218, layanan 2G sudah menjangkau 88,28 persen desa atau 98,31 persen pemukiman, 3G (75,09 persen desa dan 92,91 persen pemukiman), dan 4G (50,88 persen desa dan 74,09 persen pemukiman).



judi

Ganjar Pranowo Sebut Ada 12 Ribu Desa Masih Blankspot – Portal Kesehatan Masyarakat

Hasil penelusuran tim Cek Fakta TIMES Indonesia bersama koalisi Cek Fakta serta panel ahli, menemukan bahwa pernyataan yang disampaikan Ganjar Pranowo bisa ditelusuri sebagai berikut.

Panel Ahli Cek Fakta Debat ke-5 Pilpres 2024, Senior Research Associate Centre for Innovation Policy and Governance, Klara Esti, mengatakan pernyataan Ganjar Pranowo kurang tepat karena angka 12.000 desa masih blank spot kemungkinan mengacu data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo RI), namun yang dimaksud sebenarnya adalah 12.584 desa dan kelurahan yang belum tersentuh sinyal internet 4G.

“Adapun Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Nasional mencatat terdapat 25.000 desa saat ini masih black spot tidak ada sinyal telekomunikasi,” tulis Klara Esti kepada Tim Cek Fakta.

Dosen Hukum Ketenagakerjaan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Nabyla Risfa Izzati, juga mengatakan hal yang sama.

“Sebagian benar. Karena data ini (12.000 desa) hanya tepat jika konteksnya adalah internet 4G. Pada 2022, Kominfo menyebutkan bahwa masih ada 12.548 yang belum mendapatkan internet 4G,” tulisnya.

Lebih lanjut, melansir Kemenkominfo RI pada tahun 2022, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate menyebut ada 12.548 desa dan kelurahan belum mendapatkan layanan internet alias blank spot. Tak hanya di wilayah terluar, terpencil, dan terdepan (3T), wilayah blank spot itu juga ada yang masuk kategori wilayah komersial.

“Blank spot ini ada 12.548 desa dan kelurahan bukan seluruhnya ada di wilayah 3T, ada juga di wilayah komersial atau non 3T yang menjadi wilayah operasi operator seluler dan fiber optik,” kata Johnny Plate.

Plate pun mendorong pihak operator seluler berinvestasi di wilayah-wilayah tersebut. Hal itu berguna untuk pemerataan dan mempersempit disparitas digital di Indonesia.
Sumber: https://www.kominfo.go.id/index.php/content/detail/45272/siaran-pers-no-488hmkominfo102022-tentang-percepat-pemerataan-akses-telekomunikasi-menteri-johnny-dorong-operator-seluler-berani-investasi/0/siaran_pers

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ada 83.794 desa/kelurahan di Indonesia pada 2022. Jumlah tersebut lebih sedikit 0,06% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebanyak 83.843 desa/kelurahan. Dari jumlah itu, sebanyak 8.562 desa/kelurahan terletak di Jawa Tengah. Jumlah itu setara dengan 10,21% dari total desa/kelurahan di dalam negeri pada 2022.

Jawa Timur menyusul di urutan kedua dengan 8.496 desa/kelurahan. Kemudian, jumlah desa/kelurahan di Aceh dan Sumatera Barat masing-masing sebanyak 6.515 dan 6.113. Sebanyak 5.957 desa/kelurahan berada di Jawa Barat. Sementara, Papua tercatat memiliki 5.561 desa/kelurahan.
Sumber: https://www.bps.go.id/id/publication/2023/02/28/18018f9896f09f03580a614b/statistik-indonesia-2023.html


judi

Sebagian Benar, Klaim Ganjar Pranowo Tentang 12 Ribu Desa Masih Blank Spot Internet – Portal Kesehatan Masyarakat

Dosen Hukum Ketenagakerjaan Fakultas Hukum UGM, Nabiyla Risfa Izzati, mengatakan data itu sebagian benar, karena ini hanya tepat jika konteksnya adalah internet 4G. Pada tahun 2022, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyebutkan bahwa masih ada 12.548 yang belum mendapatkan internet 4G.

Dilansir dari Liputan6.com pada 12 Februari 2022, masih ada sekitar 12 ribu desa atau kelurahan di Indonesia yang belum mendapatkan akses internet 4G. Menurut Staf Khusus Menkominfo yang juga Co-Chair Digital Economy Working Group G20 2022, Dedy Permadi, dari 83.218 desa dan kelurahan, masih ada 12.548 desa dan kelurahan yang belum memiliki akses internet 4G.

Dikutip dari Kompas.id, dari 74.000 lebih desa di Indonesia, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mencatat juga masih ada 12.000 desa yang belum memiliki akses internet serta lebih dari 9.000 desa merupakan desa terdepan, tertinggal, dan terluar (3T).

Informasi yang diunggah di website Kominfo pada 26 Juli 2018, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) mengungkapkan, jumlah akses internet 2G dan 3G lebih luas dibandingkan 4G. Dengan luas permukiman di Indonesia sebesar 44.565 km persegi dengan jumlah desa 83.218, layanan 2G sudah menjangkau 88,28 persen desa atau 98,31 persen pemukiman, 3G (75,09 persen desa dan 92,91 persen pemukiman), dan 4G (50,88 persen desa dan 74,09 persen pemukiman).



judi

Gunung Merapi meletus, 5 desa terkubur hidup-hidup – Portal Kesehatan Masyarakat

Beredar sebuah video dengan klaim Gunung Merapi erupsi dan mengubur 5 desa hidup-hidup.

Namun setelah dilakukan penelusuran, video tersebut adalah tidak benar. Narasi dengan video tidak saling berhubungan.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat dari 5 Januari 2024 sampai dengan 11 Januari 2024 Gunung Merapi mengeluarkan 4 kali awan panas guguran.

Video yang tayang pada Senin 5 Februari 2024 tersebut memberikan narasi di video yang mengatakan “merapi muntahkan awan panas petang ini”, faktanya gunung tersebut telah erupsi sejak 5 Januari 2024.

Narator di video tersebut juga membacakan teks dari artikel kompas.com yang berjudul sepekan Gunung Merapi keluarkan empat kali awan panas guguran dan 189 kali guguran lava.

Video yang digunakan di video klaim juga merupakan video Tim Sar Kanjuruhan saat evakuasi erupsi Gunung Semeru Selasa, 7 Desember 2022.

Dengan demikian klaim video tersebut adalah tidak benar, dengan kategori konten yang dimanipulasi.



judi

Penguatan #MakinCakapDigital Posyandu Desa Banyuasih, Puskesmas Taraju, Kabupaten Tasikmalaya – Portal Kesehatan Masyarakat

Penguatan #MakinCakapDigital Tasikmalaya

Sejak tanggal 4 hingga 6 Juni 2021, Portkesmas bersama Puskesmas Taraju melaksanakan kegiatan langsung di Desa Banyuasih, Kecamatan Taraju. Kegiatan dimulai dengan diskusi penyusunan bersama materi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) untuk motivasi masyarakat Desa Banyuasih datang ke Posyandu secara berkala. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pemasangan mate pada daerah tempat masyarakat sehari-hari berkegiatan, misalnya pasar, kantor kepala desa, dan posyandu. Selain itu, dilakukan pula penguatan literasi digital bagi kader posyandu dan masyarakat desa Banyuasih agar dapat mengoptimalkan fungsi gawai dalam menunjang tugas sebagai kader posyandu maupun masyarakat pada umumnya.

Kegiatan merupakan tindak lanjut dari hasil diskusi awal dengan Puskesmas Taraju yang melahirkan gagasan diskusi kolaborasi jangka pendek dan jangka panjang untuk peningkatan capaian Puskesmas terutama di Kabupaten Tasikmalaya.

#Portkesmas


judi

FGD Puskesmas Taraju Kab. Tasikmalaya Bersama Desa Banyuasih dan Dinkes Kab. Tasikmalaya – Portal Kesehatan Masyarakat

FGD Puskesmas Taraju, Dinkes Kab. Tasikmalaya, dan Desa Banyuasih

Pada Senin (18/7), diselenggarakan kegiatan Focus Group Discussion yang menghadirkan Kak Eva dan Kak Heni dari Dinkes Kab. Tasikmalaya, Pak H. Dadang bersama Bu Yanti Marlianti, Kang Hendra Koswana, dan Teh Dini Agnestiani dari Puskesmas Taraju Kab. Tasikmalaya, serta dihadiri oleh Pak Kuwu selaku Kepala Desa Banyuasih. Diskusi kali ini berlangsung secara daring guna membahas upaya intervensi peningkatan strata Posyandu binaan Puskesmas Taraju.

Kak Eva membawakan pesan dari Kepala Dinkes Kab. Tasikmalaya, dr. Heru Sutarto bahwa Posyandu merupakan upaya pemberdayaan masyarakat yang sangat penting. Bu Yanti Marlianti bersama Pak H. Dadang menyampaikan tantangan dalam meningkatkan pelayanan Posyandu, termasuk diantaranya persiapan dana sehat dan sarana dan prasarana. Dinkes Kab. Tasikmalaya menekankan pentingnya advokasi lintas sektoral dengan organisasi perangkat desa guna mendukung kegiatan Posyandu agar sekiranya kegiatan Posyandu tidak hanya diusung oleh dari sektor kesehatan saja.

Ikuti langkah penguatan Posyandu bersama Puskesmas Taraju Kab. Tasikmalaya di www.portkesmas.com