Jam Buka

Mon - Fri: 7AM - 7PM

Menampilkan: 1 - 6 dari 6 HASIL
judi

Benar, Klaim Ganjar soal Cegah Stunting Dapat Dilakukan dengan Memberikan Gizi Sejak Dalam Kandungan atau Ibu Hamil – Portal Kesehatan Masyarakat

Dalam Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting setidaknya ada tiga pendekatan dalam upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia yaitu intervensi gizi, pendekatan keluarga berisiko dan pendekatan multisektor.

Stunting sendiri diketahui merupakan kondisi gagal tumbuh yang mempengaruhi fisik dan otak anak, akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama. Meski demikian banyak faktor penyebab lainnya, seperti faktor perilaku, lingkungan sosial budaya dan ekonomi, serta pelayanan kesehatan.

Dikutip dari TEMPO, faktor penyebab stunting antara lain adalah masalah asupan nutrisi kurang. Karena itu Langkah pencegahan stunting dapat dilakukan dengan memperbaiki pola makan, pola asuh, dan peningkatan sanitasi serta air bersih. Dengan memberikan protein hewani yang penting untuk mencegah stunting, memperbaiki pola asuh sejak dari masa kandungan dengan menutrisi dan mengedukasi ibunya, serta mencegah infeksi.

Dalam buku Kebijakan dan Strategi Penurunan Stunting, intervensi gizi secara langsung pada ibu hamil dapat menurunkan resiko terjadinya stunting. Intervensi ini seperti memberikan asupan gizi yang cukup selama masa kehamilan hingga 23 bulan.

Penelitian Ni Wayan Dian Ekayanthi dan Pudji Suryani dari Poltekkes Bandung seperti diterbitkan dalam Jurnal Kesehatan, Volume 10, Nomor 3, November 2019 mendapati upaya perbaikan yang diperlukan untuk mengatasi stunting salah satunya adalah melalui intervensi gizi spesifik pada ibu hamil. Kelas ibu hamil merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk menyebarkan informasi yang berkaitan dengan gizi dan kesehatan saat kehamilan untuk mencegah stunting.

Menurut Anis Fuad, Dosen Departemen Biostatistik, Epidemiologi, dan Kesehatan Populasi FK-KMK UGM, secara lebih lengkap sebenarnya intervensi terhadap stunting dapat dimulai pada kelompok remaja, menjadi pasangan usia subur (PUS), kehamilan, masa neonatus sampai dengan balita.



judi

Kulit Bayi Baru Lahir Melepuh Karena Ibu Vaksin Covid-19 Saat Hamil – Portal Kesehatan Masyarakat

Akun Facebook bernama Aris Somalia mengunggah tangkapan layar dari postingan di Instagram berupa foto yang mengklaim kulit bayi baru lahir melepuh setelah sebelumnya sang ibu menerima vaksin covid-19 saat hamil.

Berdasarkan penelusuran, Dokter Spesialis Patologi Klinik Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dr. Tonang Dwi Ardyanto, Sp. PK (K), Ph.D, FISQua mengatakan bahwa sampai saat ini tidak ada bukti vaksinasi COVID-19 saat hamil dapat menyebabkan kulit bayi yang baru lahir melepuh.

“Kalau itu suatu kasus nyata, maka tentu penelusuran, Tim Komnas KIPI yang menjawabnya. Tapi kalau itu gambar yang disambung-sambungkan, maka sampai saat ini tidak terbukti hubungan antara vaksinasi COVID-19 saat hamil dengan kejadian tersebut,” kata dr. Tonang kepada Liputan6.com, Rabu (2/3/2022).

Menurut dr. Tonang, gangguan pada kulit bayi ada beberapa jenis. Pertama, Hemolytic Disease of Newborn (HDN). HDN adalah penggumpalan dan pecah (lisis) nya eritrosit (sel darah merah) janin atau bayi baru lahir.

Hal ini diakibatkan ketidakcocokan (incompatibilitas golongan darah rhesus) antara ibu dan janin yang dikandungnya. Ketidakcocokan itu memicu reaksi imunologi, berujung pada penggumpalan dan pecahnya sel darah merah janin.

Kemudian ada Staphylococcal Scalded Skin Syndrome (S4). Hal ini terjadi karena infeksi oleh bakteri Staphylococcus Aureus. Bakteri tersebut memicu peradangan berat sampai kulit bisa mengelupas. Biasanya terjadi pada bayi baru lahir, anak-anak, dan orang dengan daya tubuh melemah (immunocompromised).

“Angka kejadiannya sangat jarang, tapi harus selalu diwaspadai,” ucap dr. Tonang.

“Jadi kedua penyakit tersebut, tidak berhubungan dengan pemberian vaksin pada ibu hamil. Sebelum era COVID-19 pun, pada ibu hamil kadang diberikan vaksinasi Tetanus Toksoid untuk mencegah risiko infeksi tetanus,” sambung dr. Tonang.



judi

7 Efek Buruk Ibu Hamil yang Merokok Bagi Janin – Portal Kesehatan Masyarakat

Efek buruk dari merokok merupakan hal umum yang sudah diketahui oleh masyarakat. Namun demikian, jumlah perokok masih terus mengalami kenaikan setiap tahunnya, padahal efek bahaya dari rokok seperti penyakit paru-paru hingga kematian tidak hanya dapat menyerang perokok, namun juga orang yang berada di sekitarnya.

Merokok merupakan kebiasaan yang sebaiknya segera dihentikan, apalagi jika sedang hamil. Tidak hanya buruk bagi kesehatan ibu, merokok saat hamil juga dapat mengancam keselamatan janin yang berada dalam kandungan.

Efek Buruk Rokok Bagi Janin

Berikut ini adalah beberapa efek buruk ibu hamil merokok terhadap kesehatan kandungannya, diantaranya adalah:

Kematian janin

Lahir mati

Lahir prematur

Komplikasi pada pernafasan

Penyakit jantung bawaan

Efek pada susunan saraf pusat

Berat badan lahir rendah

Kuatkan tekad untuk segera berhenti merokok demi kesehatan tubuh dan  keselamatan bayi. Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta segera menghubungi layanan berhenti merokok Kemenkes melalui nomor telepon 0-800-177-6565 pada hari Senin-Sabtu pukul 08.00 s.d 16.00 WIB apabila membutuhkan bantuan untuk menghentikan kecanduan dari kebiasaan merokok.

 

Review: Astasari

 

 



judi

7 Efek Buruk Ibu Hamil yang Merokok Bagi Janin – Portal Kesehatan Masyarakat

Efek buruk dari merokok merupakan hal umum yang sudah diketahui oleh masyarakat. Namun demikian, jumlah perokok masih terus mengalami kenaikan setiap tahunnya, padahal efek bahaya dari rokok seperti penyakit paru-paru hingga kematian tidak hanya dapat menyerang perokok, namun juga orang yang berada di sekitarnya.

Merokok merupakan kebiasaan yang sebaiknya segera dihentikan, apalagi jika sedang hamil. Tidak hanya buruk bagi kesehatan ibu, merokok saat hamil juga dapat mengancam keselamatan janin yang berada dalam kandungan.

Efek Buruk Rokok Bagi Janin

Berikut ini adalah beberapa efek buruk ibu hamil merokok terhadap kesehatan kandungannya, diantaranya adalah:

Kematian janin

Lahir mati

Lahir prematur

Komplikasi pada pernafasan

Penyakit jantung bawaan

Efek pada susunan saraf pusat

Berat badan lahir rendah

Kuatkan tekad untuk segera berhenti merokok demi kesehatan tubuh dan  keselamatan bayi. Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta segera menghubungi layanan berhenti merokok Kemenkes melalui nomor telepon 0-800-177-6565 pada hari Senin-Sabtu pukul 08.00 s.d 16.00 WIB apabila membutuhkan bantuan untuk menghentikan kecanduan dari kebiasaan merokok.

 

Review: Astasari

 

 



judi

Efek Buruk Ibu Hamil yang Masih Merokok Terhadap Janin – Portal Kesehatan Masyarakat

Merokok merupakan salah satu kegiatan yang dapat merusak kesehatan tubuh perokok dan juga orang yang berada di sekitarnya. Beberapa penyakit akibat rokok yang sudah banyak diketahui oleh masyarakat diantaranya seperti penyakit jantung koroner, kanker, Penyakit paru obstruktif kronik, Impotensi dan berbagai gangguan medis lainnya.

 

Berbeda dengan kelompok lainnya, ibu hamil yang masih merokok memiliki efek buruk yang tidak hanya terjadi pada dirinya sendiri maupun orang disekitarnya, namun efek buruk rokok juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan janin yang berada pada kandungannya.

 

 

Berikut ini adalah beberapa efek buruk rokok pada janin yang harus diketahui dan diwaspadai bersama, diantaranya adalah:

 

1. Kematian janin

2. Lahir mati

3. Lahir prematur

4. Penyakit jantung bawaan

5. Komplikasi pada pernafasan

 

Layanan Bantuan Berhenti Merokok

 

Dengan mengetahui berbagai efek buruk rokok pada janin yang berada pada kandungan ibu hamil, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran para ibu hamil untuk mau berhenti dari kegiatan merokok untuk kesehatan diri sendiri dan janin yang sedang berada di kandungannya.

 

Tetap terapkan perilaku hidup sehat dengan rutin berolahraga ringan, mengkonsumsi makanan yang bergizi, dan bersegera untuk menghubungi layanan upaya berhenti merokok yang telah disediakan oleh Kementerian Kesehatan melalui nomor 0 800 177 6565 apabila membutuhkan bantuan untuk berhenti dari kecanduan rokok



judi

Ragam Makanan yang Mengandung Nutrisi Penting untuk Ibu Hamil – Portal Kesehatan Masyarakat

Mudah merasa lapar saat kehamilan adalah hal yang wajar, Bunda. Pada masa pembentukan si kecil, tubuh harus bekerja ekstra sehingga asupan nutrisi yang dibutuhkan pun turut meningkat.

Yang sering salah dipahami oleh para bunda dan ayah adalah bumil harus “makan untuk dua porsi, sekalian buat anak”. Padahal, cara kerja tubuh manusia lebih kompleks dari itu, Ayah dan Bunda. Bukan hanya sekadar makanan, Bunda juga harus memerhatikan komposisi konsumsi Bunda agar memenuhi aspek nutrisi, bervitamin, kaya mineral, dan tentunya tidak membawa efek negatif jangka panjang.

 

Turuti Ngidam, Bisa Penuhi Gizi Seimbang?

 

Pada trimester pertama, keinginan ngidam yang tak tertahankan kadang sampai membuat tubuh tidak nyaman. Namun, bukan berarti semua harus dituruti. Sah-sah saja jika Bunda ingin makanan manis atau keripik sesekali, tetapi ada cara supaya tubuh ibu dan janin tetap sehat dan tidak gampang lelah dibawa beraktivitas. 

Memang, dalam satu jenis makanan bisa saja mengandung beragam nutrisi. Namun, Bunda harus ingat bahwa mengonsumsi satu jenis makanan yang itu-itu saja tidak cukup untuk memenuhi gizi seimbang. Makanlah beragam jenis makanan, dan lihat Tumpeng Gizi Seimbang ini untuk panduan konsumsi sehari-hari. 

Nah, nutrisi penting apa saja yang sebetulnya yang dibutuhkan ibu semasa kehamilan, dan dari mana mendapatkannya?

1. Asam folat dan Protein dari Kacang-kacangan, Hati, dan Sayur

Selain lezat, kacang-kacangan sangat kaya akan serat, protein, dan asam folat. American College of Obstetrics and Gynecology (ACOG) merekomendasikan ibu untuk mengonsumsi 600-800 mikrogram folat selama kehamilan. Asupan folat juga bisa ditemukan pada hati, telur, sayuran berdaun hijau tua, serta kacang polong.

Kacang kedelai, kacang polong, dan kacang tanah terutama akan sangat membantu tumbuh kembang si kecil dalam trimester pertama, jadi jangan sampai kudapan satu ini absen dari meja Bunda, ya!

Kemudian yang perlu diperhatikan dalam menyajikan sayuran adalah jangan lupa mencucinya sebersih mungkin, ya, AyBun. Dikhawatirkan, sisa tanah pada sayuran bisa mengandung toksoplasma yang akan berbahaya bagi janin jika dikonsumsi.

2. Kalsium dari Susu dan Ikan-ikanan

Ibu hamil membutuhkan 1000 miligram kalsium yang bisa dibagi dalam dua dosis 500 miligram per hari. Sumber kalsium yang baik bisa ditemukan pada susu, yoghurt, keju, ikan dan seafood yang rendah merkuri, seperti ikan lele, udang, salmon, dan tahu, juga sayuran berdaun hijau tua.

3. Protein lezat dari Ikan, Ayam, dan Telur

Penuhi kebutuhan protein Bunda dan buah hati dengan kudapan lezat yang kaya protein seperti ikan, ayam (disarankan bagian dada, yang tak begitu berlemak), susu dan yoghurt, juga telur. 

Hanya saja, perhatikan imbauan para pakar bahwa khusus ibu hamil, sebaiknya ikan dan telur dimasak sampai matang. Sementara, konsumsi ikan yang terlalu belemak seperti ikan pedang, todak, dan pelagis juga sebaiknya dikurangi.

4. Zat Besi dari Daging Merah Tanpa Lemak

Zat besi yang cukup mengurangi risiko anemia defisiensi besi yang dapat menyebabkan ibu menjadi mudah lelah. Anemia defisiensi besi yang parah selama kehamilan juga meningkatkan risiko kelahiran prematur, bayi terlahir dengan berat badan yang rendah, dan depresi postpartum.

Zat besi terdapat pada daging merah tanpa lemak, unggas, ikan, sayuran, dan kacang-kacangan. Untuk mengolah daging merah, usahakan sudah dimasak sampai bagian tengahnya tidak berwarna kemerahan. Hal ini untuk menghindari risiko tercemar bakteri salmonella. 

5. Vitamin D dari Ikan dan Jeruk 

Untuk membangun tulang dan gigi yang kuat dan sehat, setidaknya dibutuhkan 600 unit internasional asupan vitamin D setiap harinya. Ini bisa didapat dari pilihan makanan seperti ikan salmon, atau susu dan jus jeruk.

Kebutuhan Makan Ibu Puas, Si Kecil Pun Tumbuh Cerdas!

Selain mengonsumsi makanan sehat dan enak, ibu hamil juga disarankan menuruti nasihat dokter seperti beristirahat cukup, minum air yang banyak, menjaga kebersihan, serta banyak-banyak berolahraga ringan. 

Tentu tugas ini bukan untuk menjadi perhatian Bunda saja. Ayah bisa membantu Bunda mendapatkan jenis makanan sehat dan lezat untuk memastikan kelancaran dan kebahagiaan masa kehamilan hingga persalinan.

 

Sumber:

https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/405/gizi-seimbang-ibu-hamil 

https://www.sehatq.com/artikel/minum-teh-saat-hamil 

American College of Obstetrics and Gynecologists: “Nutrition During Pregnancy.”

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8949106/

https://www.nhs.uk/pregnancy/keeping-well/have-a-healthy-diet/