Jam Buka

Mon - Fri: 7AM - 7PM

Menampilkan: 1 - 8 dari 8 HASIL
judi

5 Tips Pencegahan Hepatitis Akut yang Harus Kamu Ketahui – Portal Kesehatan Masyarakat

Dalam beberapa waktu terakhir, dunia kembali mendapat serangan  penyakit  hepatitis akut yang menyerang anak-anak. Untuk pertama kalinya kasus ini dilaporkan di Inggris pada 5 April 2022 dan saat ini (13/05) telah menyebar hingga 20 negara termasuk Indonesia. di Indonesia sendiri, saat ini dilaporkan bahwa ada dugaan kasus hingga mencapai 18 orang, dimana 9 kasus masuk status pending classification, tujuh discarded, satu dalam proses verifikasi dan satu probable.

Hasil temuan sementara, diduga penyebab dari hepatitis akut ini adalah adenovirus, SARS CoV-2, virus ABV dll. Yang berfokus untuk menyerang saluran cerna dan saluran pernafasan. Dengan mengetahui hal tersebut, maka pencegahan penyebaran menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan, agar tidak terjadi penambahan jumlah kasus aktif di tengah masyarakat Indonesia.

Berikut ini adalah beberapa tips terhindar dari hepatitis akut, yang dapat kita lakukan bersama, diantaranya adalah sebagai berikut:

Menerapkan protokol kesehatan, terutama menggunakan masker dan mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas

Memastikan makanan yang dikonsumsi dalam keadaan matang dan bersih

Menghindari kontak dengan orang yang sakit

Kurangi mobilitas

Tidak bergantian alat makan dengan orang lain.

Dengan menerapkan beberapa cara mencegah hepatitis akut diatas, diharapkan mampu meminimalisir kemungkinan paparan hepatitis akut.

Segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala hepatitis akut seperti mual, muntah, diare berat hingga demam ringan untuk mendapatkan diagnosa lebih awal. Sehingga proses penanganan pasien dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Tetap jaga protokol kesehatan dan segera vaksinasi Covid-19 bagi yang belum untuk meminimalisir risiko kematian dan hal-hal yang tidak diinginkan akibat paparan Covid-19.

Editor : Astasari
            Mutiara Rani

 

 



judi

5 Hal yang harus Dihindari Saat Merasakan Stres – Portal Kesehatan Masyarakat

Stres adalah reaksi yang muncul apabila ada perubahan dari lingkungan yang mengharuskan seseorang untuk menyesuaikan diri. Kondisi tersebut merupakan reaksi yang normal dialami oleh seseorang apabila berada di kondisi yang tidak nyaman, sehingga dengan demikian kita dituntut untuk dapat mengelola stres agar tidak terus berlanjut dalam waktu yang lama dan menyebabkan terganggunya kesehatan mental.

Dalam mengurangi rasa stres, terdapat banyak hal yang dapat dilakukan, seperti meningkatkan ibadah, melakukan hobi yang sesuai dengan minat dan bakat, berolahraga dan konsumsi makanan yang sehat.

Cara Mengatasi Stres yang Harus Dihindari

Untuk sebagian orang, cara menghilangkan stres yang mereka lakukan adalah dengan melakukan tindakan negatif yang dapat merugikan diri dan kesehatan mereka. Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi stres yang harus dihindari, diantaranya adalah:

Makan tidak teratur atau berlebihan.

Konsumsi kafein secara berlebihan dan produk yang mengandung tinggi gula.

Konsumsi alkohol dan narkoba.

Menjauhi teman dan keluarga, sehingga masalah tidak dapat dikomunikasikan dengan baik.

Menghabiskan waktu untuk berada di depan komputer/menonton TV/ berselancar di media sosial.

Beberapa hal yang harus dihindari saat stres di atas, merupakan hal penting yang harus kita ketahui. Karena hal tersebut hanya akan menyebabkan rasa stres yang lebih berat dan berkepanjangan.

Tetap terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta bersegera dalam menghubungi tenaga kesehatan seperti psikolog apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut dalam mengelola rasa stres.

 



judi

4 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Sebelum Tidur – Portal Kesehatan Masyarakat

Tidur adalah salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi manusia, karena dengan demikian tubuh dapat beristirahat dan seseorang dapat terhindar dari berbagai penyakit. Berdasarkan pengertian tersebut, maka penting bagi kita untuk menjaga waktu dan pola tidur kita dari berbagai hal yang dapat mengganggu kualitas tidur.

 

 

Salah satu hal yang dapat mengganggu kualitas tidur kita adalah makanan. Pada kenyataannya, terdapat beberapa jenis makanan yang sangat direkomendasikan untuk dihindari agar tidak mengganggu kualitas dan waktu tidur kita, diantaranya adalah sebagai berikut:

 

1. Minuman bersoda atau yang mengandung kafein. Karena akan menyebabkan sugar rush dan membuat tubuh tetap terjaga, padahal tubuh kita mungkin sudah kelelahan.

2. Protein hewani, seperti daging yang berwarna merah. Makanan jenis ini akan membutuhkan waktu untuk dicerna oleh tubuh, sehingga dapat menyebabkan kram pada perut.

3. Minuman beralkohol, meminum minuman ini akan membuat otak mengalami tekanan dan membuat sistem kerja saraf terhambat.

4. Makanan pedas, akan menyebabkan asam lambung semakin meningkat, akibatnya perut, dada, dan tenggorokan akan merasa terbakar.

 

Dengan mengetahui dan menghindari berbagai jenis makanan dan minuman diatas sebelum tidur, diharapkan mampu memberikan kualitas tidur yang lebih baik lagi, sehingga tubuh dapat lebih sehat, bugar, dan siap untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

 

Tetap terapkan perilaku hidup sehat seperti tidur cukup dan rutin melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, dan bersegera dalam melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala insomnia, agar bisa segera mendapatkan penanganan sedini mungkin dari petugas kesehatan.

 



judi

Dampak Obesitas yang Harus Diwasapadai – Portal Kesehatan Masyarakat

Tahukah kamu, Jika obesitas adalah salah satu masalah kesehatan yang cukup berbahaya? Hal ini dikarenakan obesitas merupakan jembatan bagi berbagai penyakit tidak menular (PTM) yang berbahaya bagi tubuh, bahkan dapat menyebabkan kematian.

 

Melihat kondisi demikian, maka perlu bagi kita semua untuk waspada dan mulai menerapkan pola hidup sehat dan meninggalkan perilaku tidak sehat yang menyebabkan berbagai dampak berbahaya bagi tubuh.

 

Dampak Obesitas pada Tubuh.

 

Berikut ini adalah beberapa dampak obesitas pada tubuh yang perlu diketahui oleh masyarakat, diantaranya adalah:

 

1.       Asma

2.       Kanker payudara

3.       Perlemakan hati

4.       Penyakit kandung empedu

5.       Sleep Apnea atau henti napas waktu tidur

6.       Penyakit jantung koroner

7.       Diabetes melitus tipe 2

8.       Hipertensi

9.       Stroke

10.   Asam urat dan gout

 

10 dampak dari obesitas diatas merupakan contoh kecil dari banyaknya penyakit yang berpotensi menyerang pengidap obesitas.

 

Dengan demikian, diharapkan dapat memberikan motivasi kepada masyarakat yang saat ini tengah mengalami obesitas untuk mau menerapkan perilaku hidup sehat, seperti makan makanan yang bergizi, rutin berolahraga atau melakukan aktivitas ringan  minimal 30 menit perhari, dan mencukupi kebutuhan tidur.

 

Jangan lupa untuk terus pantau berat badan kita, dan bersegera untuk menghubungi fasilitas kesehatan terdekat untuk melakukan konsultasi mengenai program diet dan pemeriksaan kesehatan, agar berbagai penyakit akibat obesitas bisa mendapatkan penanganan sedini mungkin.



judi

3 Gejala Gagal Ginjal Akut yang Harus Diwaspadai – Portal Kesehatan Masyarakat


Penyakit gagal ginjal akut menjadi salah satu masalah kesehatan yang saat ini tengah marak terjadi ditengah masyarakat. Berdasarkan penyebarannya, penyakit ini banyak menjangkit anak dengan rentang usia 0 – 18 tahun. Dengan kondisi tersebut, diharapkan para orang tua dapat memberikan perhatian lebih terhadap perkembangan kesehatan buah hatinya.

Salah satu bentuk perhatian terhadap perkembangan kesehatan anak, adalah dengan mengenal gejala gagal ginjal akut yang muncul pada anak. Sehingga dengan demikian, proses penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum semakin memburuk.

Berikut ini adalah berbagai gejala gagal ginjal akut yang harus diwaspadai oleh para orangtua, diantaranya adalah:

Anak mengalami demam, batuk hingga pilek

Anak mengalami gejala infeksi saluran cerna seperti mual hingga muntah

Urine pada anak mengalami perubahan warna, yaitu menjadi pekat coklat, dan juga mengalami penurunan jumlah urin, sehingga buah hati tidak buang air kecil sama sekali.

Penanganan Pasien Anak Gagal Ginjal Akut

Dengan mengetahui berbagai gejala gagal ginjal akut, diharapkan dapat memberikan informasi, sehingga dapat lebih meningkatkan kewaspadaan kepada para orangtua.

Apabila anak mengalami berbagai gejala di atas, diharapkan para orangtua dapat sedini mungkin membawa buah hatinya untuk melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat, sehingga proses penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan sesuai dengan protokol penanganan pasien gagal ginjal akut yang terkandung dalam SK Nomor HK.02.02./2/I/3305/2022

Review: Astasari

 

 



judi

Gejala dan Ciri Khas Asma yang Harus Diwaspadai – Portal Kesehatan Masyarakat

Asma merupakan salah satu penyakit yang tidak hanya menyerang satu kelompok usia, sehingga penting untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penyakit asma.  Asma adalah peradangan kronik saluran napas yang menyebabkan penyempitan dan hiperaktif saluran napas. Meskipun termasuk salah satu yang tidak dapat sembuh,  asma harus tetap mendapatkan penanganan yang intensif untuk menghindari serangan asma berat. 

 

Berikut ini adalah gejala atau ciri khas asma yang harus diwaspadai oleh masyarakat, diantaranya adalah:

 

Gejala Asma:

 

1. Batuk

2. Sesak napas

3. Nafas berbunyi atau mengi

4. Dada terasa berat

 

Ciri khas asma: 

 

1. Seringkali timbul bila ada faktor pencetus,  seperti tungau debu rumah, bulu binatang, perubahan cuaca,  kecapean atau kelelahan fisik, reaksi dari obat-obatan tertentu,  hingga serbuk sari bunga.

2. Gejala asma sering memburuk pada malam hari atau dini hari

3. Gejala asma dapat berulang dan diantaranya ada periode bebas serangan

4. Gejala yang muncul dapat reda dengan pengobatan dan terkadang dapat reda tanpa pengobatan atau spontan.

 

Dengan mengetahui gejala dan ciri khas dari asma pada poin-poin diatas,  masyarakat yang mengalami asma dapat segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat, untuk mendapatkan penanganan sedini mungkin dari petugas kesehatan, sehingga potensi asma berat dapat segera diminimalisir.

 



judi

Gejala Stunting yang Harus Diwaspadai – Portal Kesehatan Masyarakat


Bertepatan dengan perayaan Hari Gizi Nasional ke-63 pada tanggal 25 Januari 2022 yang lalu, Kementerian Kesehatan mengumumkan bahwa prevalensi stunting di Indonesia mengalami penurunan menjadi 21,6% setelah sebelumnya menyentuh angka 24,4% pada tahun 2021. Capaian tersebut merupakan hasil upaya Kementerian Kesehatan bersama dengan seluruh lapisan masyarakat dalam mencegah terjadinya stunting sedini mungkin.

Namun demikian, kewaspadaan terhadap potensi stunting pada anak, harus terus dilakukan sehingga potensi stunting pada anak dapat segera dicegah dan mendapatkan penanganan dari petugas kesehatan.

STUNTING  adalah “Gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak berada di bawah standar.” 

Para orang tua juga diharapkan bisa melakukan pencegahan dengan memberikan ASI Eksklusif pada anak sampai usia 6 bulan dan melanjutkan pemberian ASI sampai 2 tahun, memberikan MPASI yang kaya akan protein hewani, membawa anak ke posyandu untuk dipantau pertumbuhan dan perkembangannya, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu dalam rangka mempersiapkan kehamilan pada wanita usia produktif, dianjurkan untuk rutin mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sejak remaja.

Dengan memahami upaya pencegahan dan stunting pada anak, diharapkan dapat meminimalisir potensi anak terlahir stunting, sehingga terciptanya generasi penerus Indonesia yang sehat dan mampu berdaya saing dapat terwujud.

Tidak lupa untuk segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila anak mengalami gejala stunting, agar anak ditangani sedini mungkin oleh petugas kesehatan.

 



judi

4 Gejala Stunting yang Harus Diwaspadai – Portal Kesehatan Masyarakat

Bertepatan dengan perayaan Hari Gizi Nasional ke-63 pada tanggal 25 Januari 2023 yang lalu, Kementerian Kesehatan mengumumkan bahwa penurunan prevalensi stunting Indonesia berhasil turun menyentuh angka 21,6% setelah sebelumnya pada tahun 2021 berada pada angka 24,4%.

 

Capaian diatas merupakan hasil dari kerjasama yang baik antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat yang berjuang untuk meminimalisir potensi stunting pada generasi penerus Indonesia. Namun kenyataan bahwa stunting masih ada di sekitar kita membuat perjuangan untuk mencegah stunting masih harus terus dilakukan.

 

Cara yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah stunting adalah dengan mengetahui dan memahami gejala stunting yang muncul pada anak. Sehingga penanganan dapat segera dilakukan oleh petugas kesehatan.

 

 

Berikut ini adalah beberapa gejala stunting pada anak yang harus diwaspadai oleh para orangtua, diantaranya adalah:

 

1. Pertumbuhan tulang pada anak yang tertunda

2. Berat badan rendah apabila dibandingkan dengan anak seusianya

3. Sang anak berbadan lebih pendek dari anak seusianya

4. Proporsi tubuh yang cenderung normal tapi tampak lebih muda/kecil untuk seusianya.

 

Upaya pencegahan untuk mengatasi stunting adalah hal yang utama. Para orangtua diharapkan bisa rutin melakukan pemeriksaan kandungan ke fasilitas kesehatan terdekat, rutin mengkonsumsi Tablet Tambah Darah, serta memenuhi asupan gizi, seperti protein hewani yang baik bagi tumbuh kembang janin. Remaja putri aktif minum tablet tambah darah 1 tablet seminngu sekali. Pemberian ASI ekslusif pada bayi selama 6 bulan. bayi di atas enam bulan diberikan konsumsi protein hewani dan tetap melanjutkan ASI. Jangan lupa datang ke Posyandu setiap bulan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan serta imunisasi balita.