Jam Buka

Mon - Fri: 7AM - 7PM

Menampilkan: 1 - 4 dari 4 HASIL
judi

[SALAH] Vaksin mRNA Tidak Direkomendasikan Selama Kehamilan – Portal Kesehatan Masyarakat


[SALAH] Vaksin mRNA Tidak Direkomendasikan Selama Kehamilan

Beredar sebuah narasi oleh akun Twitter @yo2thok yang mengatakan bahwa vaksin mRNA tidak direkomendasikan kepada ibu hamil.

Setelah ditelusuri, klaim tersebut salah. Menurut Journals.plos.org, penelitian menunjukkan bahwa vaksin berbasis mRNA (Pfizer–BioNTech dan Moderna) dapat mencegah infeksi SARS-CoV-2 di masa depan. Vaksin ini tidak menunjukkan bahaya yang jelas pada kehamilan. Reaksi merugikan yang paling sering ditemui adalah rasa sakit di tempat suntikan, kelelahan, dan sakit kepala, tetapi reaksi ini hanya sementara. Respon antibodi cepat setelah dosis vaksin pertama. Setelah vaksin booster, respon antibodi menjadi lebih kuat.

Selain itu melansir Covid-19.go.id, syarat yang harus dipenuhi oleh ibu hamil untuk melakukan vaksin ialah usia kandungan lebih dari 13 minggu atau antara 13-33 minggu, memiliki tekanan darah normal, tidak punya gejala atau keluhan pre eklampsia, dan tidak sedang menjalani pengobatan dan jika memiliki komorbid harus dalam kondisi terkontrol.
Ibu hamil bisa melakukan registrasi vaksinasi di tempat layanan vaksin atau faskes yang ditunjuk oleh pemerintah. Vaksin yang diperbolehkan untuk ibu hamil adalah Sinovac, Moderna, Pfizer sesuai ketersediaan.

Dengan demikian klaim oleh akun Twitter @yo2thok merupakan informasi yang keliru dan termasuk ke dalam kategori Konten yang Menyesatkan.



judi

Rekomendasi Suplemen Semasa Kehamilan – Portal Kesehatan Masyarakat

Semasa kehamilan, pemenuhan nutrisi memegang peranan yang sangat penting. Kebutuhan gizi dan penyerapan mineral meningkat karena tubuh Bunda harus menyesuaikan dengan kebutuhan tumbuh kembang janin. Beberapa zat yang paling dibutuhkan selama kehamilan antara lain asam folat, zat besi, kalsium, dan mineral.

Ada banyak produk suplemen yang tersedia di pasaran saat ini. Untuk menunjang pertumbuhan si kecil agar selamat sampai persalinan, banyak yang mempertimbangkan untuk mengonsumsi produk-produk suplemen ini.

Namun, mungkin Ayah atau Bunda sedang berpikir-pikir, pentingkah suplemen ini untuk kehamilan? Dan mana yang paling direkomendasikan untuk kondisi Bunda?

Kondisi yang Membuat Bunda Butuh Suplemen Semasa Kehamilan

Secara umum, bumil bisa menjalani kehamilan tanpa mengonsumsi semua suplemen secara komplet. Kecuali jika tampak tanda-tanda berikut pada saat kehamilan:

1. Bumil Anemia

Waspadai tanda-tanda seperti pening, lemas, kulit pucat, jantung berdebar-debar. Anemia di antara bumil sering terjadi karena kebutuhan zat besi (fe) yang meningkat hingga 800 mg sehari.

2. Bumil Kekurangan Nutrisi

Tanpa pemenuhan nutrisi yang cukup, janin bisa berkembang kurang optimal. Ciri-ciri bumil kurang nutrisi termasuk berat badan tidak bertambah, sakit-sakitan, mudah pusing dan lemah.

3. Mengandung Bayi Kembar

Jika Ayah dan Bunda telah menjalankan USG Transabdominal dan mendapati bayi Anda ternyata kembar, mulailah memberikan nutrisi ekstra pada konsumsi Bunda. Pasalnya, bayi kembar membutuhkan jumlah asupan nutrisi lebih banyak ketimbang kehamilan satu janin.

4. Bumil Muntah-Muntah Hebat

Ada kalanya, bumil muntah-muntah hebat sampai lemas dan susah bergerak. Pemenuhan nutrisi jadi terganggu karena apa pun yang Bunda makan akan keluar lagi, sehingga kadang diiringi tendensi tidak berselera makan dan selalu letih. Kondisi ini disebut hyperemesis gravidarum.

 

Rekomendasi Suplemen Semasa Kehamilan

 

Untuk menanggulangi hal-hal tersebut, bumil disarankan untuk meminum suplemen tambahan berikut:

1. TTD (Tablet Tambah Darah)

Kaplet atau tablet tambah darah ini dinilai wajib karena untuk membentuk plasenta yang kuat, melancarkan sirkulasi oksigen dalam tubuh, dan menjaga kebugaran tubuh Bunda serta janin.

2. Kalsium

Kalsium bisa didapat via banyak mengonsumsi makanan seperti keju, susu, yoghurt, daging, sayur brokoli, dan ikan. Namun, patut ditambahkan suplementasi kalsium sebanyak 1,5-2 gram untuk mencegah preeklampsia semasa kehamilan.

3. Asam Folat

Konsumsi asam folat untuk Bunda harus dimulai sedini mungkin, bahkan sejak trimester pertama. Dosis yang disarankan adalah 400 mikrogram per hari. Gunanya untuk pembentukan DNA dan perkembangan otak serta saraf janin dalam kandungan. Jadi, jangan lupakan suplementasi asam folat jika ingin si kecil pandai, ya, AyBun.

4. Vitamin

Vitamin-vitamin dasar dan vital seperti vitamin A, vitamin B1, vitamin C, dan vitamin D penting dikonsumsi untuk menjaga daya tahan tubuh Bunda dari beragam penyakit yang mungkin menyerang selama kehamilan.

Agar aman, imbangi konsumsi suplemen-suplemen di atas dengan istirahat tidur yang cukup dan makan makanan bergizi imbang. Dan selalu konsultasikan penggunaan suplemen Anda dengan bidan atau tenaga kesehatan yang Ayah dan Bunda percayai.

Sumber:

https://promkes.kemkes.go.id/pentingnya-konsumsi-tablet-fe-bagi-ibu-hamil

https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31669079/

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7071347/

 


judi

Tidak Periksakan Kehamilan, Apa Saja Bahayanya? – Portal Kesehatan Masyarakat

Kehamilan merupakan kabar yang membahagiakan bagi pasangan yang telah mendambakan Sang Buah Hati. Persiapan melahirkan pun seolah tak ada habisnya, sehingga tentu wajar calon ibu banyak bertanya mengenai cara menjaga kehamilan pada kenalan atau keluarga yang telah lebih berpengalaman dan biasa memberikan wejangan.

Namun tahukan Bunda, bahwa bertanya pada teman atau kerabat yang sudah mengalami kehamilan dan persalinan saja tidak cukup? Ayah dan Bunda perlu memeriksakan kehamilan ke tenaga kesehatan.

Pemeriksaan kehamilan dilakukan minimal 4 (empat) kali selama masa kehamilan, yaitu 1 kali pada trimester pertama, 1 kali pada trimester kedua, dan 2 kali pada trimester ketiga. Tidak memeriksakan kehamilan bisa membuat ibu hamil menghadapi bahaya berikut:

1. Tidak mendapat penanganan yang tepat pada tanda bahaya kehamilan

Pada masa kehamilan, mual dan muntah memang terdengar wajar terutama pada trimester pertama kehamilan. Namun mual dan muntah yang berlebih bisa menyebabkan kekurangan gizi, dehidrasi, dan penurunan kesadaran. 

Beberapa tanda bahaya kehamilan memerlukan tenaga kesehatan untuk mendeteksinya. Kurangnya pergerakan janin misalnya, bisa menjadi tanda bayi mengalami kekurangan oksigen atau kekurangan gizi. Bila Bunda merasa gerakan si kecil sangat sedikit atau di bawah sepuluh kali dalam dua jam janin bergerak di bawah sepuluh kali, segera temui tenaga kesehatan, ya.

2. Tidak mengetahui adanya komplikasi kehamilan

Riwayat penyakit ibu sebelum hamil bisa menjadi faktor penentu kondisi fisik ibu pada masa kehamilan. Karena komplikasi kehamilan, bayi yang lahir bisa saja berakhir lahir prematur, lahir sebagai bayi dengan berat lahir rendah (BBLR). 

Adapun berbagai kondisi lainnya yang berisiko membahayakan bayi maupun ibu yang akan melahirkan adalah preeklamsia, darah tinggi, asma, dan macam-macam penyakit bawaan. Komplikasi menambah risiko tidak hanya pada ibu pada saat proses melahirkan, namun juga kepada calon bayi. 

3. Meningkatnya risiko kematian dan angka kesakitan pada ibu bersalin

Mengetahui kondisi fisik sejak awal hingga akhir kehamilan sangatlah penting. Pada masa kehamilan misalnya, mual dan muntah memang terdengar wajar terutama pada trimester pertama kehamilan. Namun, Bunda wajib tahu kalau mual dan muntah yang berlebih bisa menyebabkan kekurangan gizi, dehidrasi, dan penurunan kesadaran. 

Banyak pula faktor yang menentukan risiko keselamatan persalinan seperti berat badan dan usia. Persalinan pada ibu di bawah usia 20 tahun misalnya, memiliki kontribusi dalam tingginya angka kematian neonatal, bayi, dan balita.

Di luar risiko dari tidak memeriksakan kehamilan, berikut adalah manfaat dari periksa kehamilan:

Nutrisi seimbang bagi ibu hamil

Pada umumnya, ibu hamil akan diberikan penyuluhan mengenai cara-cara menjaga kandungan dan kesehatan dengan baik. Dengan melakukan pemeriksaan secara langsung, akan diketahui apa-apa saja yang baik dan tidak baik dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan penyakit bawaan yang dimiliki. Hal ini tentu tidak bisa Ayah dan Bunda dapatkan hanya melalui imbauan kenalan atau pencarian di internet saja.

Suplemen apa yang dibutuhkan, seperti Tablet Tambah Darah dan vitamin lainnya

Harus diingat bila Bunda memiliki penyakit tertentu, ada beberapa jenis obat yang mungkin saja tidak boleh Bunda konsumsi karena bisa mempersulit kehamilan. Dengan memeriksakan secara langsung, Bunda bisa mengetahui suplemen atau obat apa saja yang boleh dan sebaiknya tidak boleh Bunda konsumsi.

Mempersiapkan peran sang ibu dan keluarga untuk menerima kelahiran dan tumbuh kembang bayi optimal.

Menyambut lahirnya calon bayi bukanlah tugas dari Bunda seorang. Seringkali keluarga juga memberikan efek besar pada kondisi perkembangan ibu hamil. Karena itu, sangat penting bila Bunda telah mendapatkan informasi yang cukup untuk menciptakan lingkungan terbaik bagi bayi.

Mempersiapkan ibu untuk melewati masa nifas dengan baik serta dapat memberikan ASI eksklusif pada bayinya

Masa-masa setelah kehamilan bukanlah masa yang mudah, ditambah lagi ada banyak kondisi yang harus Bunda alami untuk memberikan situasi terbaik memberi ASI. Karena itu sangat penting untuk Ayah, Bunda, dan keluarga untuk mempersiapkan sejak jauh hari apa-apa yang harus dilakukan pada masa ini.

Banyak bukan, manfaat yang bisa Ayah dan Bunda dapatkan dengan memeriksakan kehamilan sejak dini? Ayah dan Bunda jadi mampu mempersiapkan kelahiran sang si kecil dengan lebih matang dan terencana, sehingga bisa meminimalisir berbagai resiko yang mungkin terjadi. 

Yuk, jadi Bunda pandai, terus cari informasi yang tepat agar persalinan lancar, ibu dan bayi pun tetap dalam kondisi prima!

 

Sumber:

https://promkes.kemkes.go.id/tanda-bahaya-kehamilan-yang-harus-diketahui-oleh-ibu-hamil

https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1725/rubella 

https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1136/tanda-tanda-bahaya-pada-ibu-hamil https://promkes.kemkes.go.id/pentingnya-pemeriksaan-kehamilan-anc-di-fasilitas-kesehatan

https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20170930/5823163/inilah-risiko-hamil-usia-re maja/

https://promkes.kemkes.go.id/peringatan-hari-preeklamsia-sedunia-2021

 

 


judi

Dampak Kekurangan Sel Darah Merah Sehat (Anemia) Saat Kehamilan – Portal Kesehatan Masyarakat


Eh Ayah, Bunda, abis ngecek kehamilan yaaa? Cakep nih rajin ngecek…❤️ Tadi sempat cek darah? Hasilnya semoga bagus yaaa!

Banyak sih kegunaannya cek darah, tapi apakah tahu bahwa Ibu hamil sebenarnya rentan terkena anemia (kurang sel darah merah yang sehat)?

Kejadian anemia pada ibu hamil di Indonesia masih tergolong tinggi juga lohhh, yaitu sebanyak 48,9% (menurut Kemenkes RI tahun 2019). Kondisi ini mengatakan bahwa anemia cukup tinggi di Indonesia dan menunjukkan angka mendekati masalah kesehatan masyarakat berat dengan batas prevalensi anemia lebih dari 40% (Kemenkes RI, 2013).

Nah, kenapa sih Ibu hamil tetap harus menjaga kadar sel darah merahnya dalam batas normal?

  1. Rentan keguguran/abortus
  2. Bisa mengakibatkan perdarahan yang dapat mengakibatkan kematian ibu
  3. Bayi lahir premature, bahkan bayi dapat lahir dengan berat badan rendah dan pendek
  4. Jika ibu dalam kondisi anemia berat, bayi juga bisa berisiko lahir mati

Lalu, gimana ya menjaga ibu hamil dan janin tetap sehat dan cerdas, juga terbebas dari anemia?

  1. Perbanyak konsumsi makanan bergizi seimbang kaya protein, zat besi (hati, telur, ikan,daging, kacang-kacangan, sayuran hijau, buah berwarna merah atau kuning). Makan beraneka ragam makanan dengan penambahan satu porsi makanan.
  2. Minum tablet tambah darah minimal 90 tablet selama kehamilan (sesuai juga dengan anjuran dari dokter spesialis kandungan).
  3. Cuci tangan dengan sabun dengan air mengalir sebelum makan, menjaga kebersihan diri dan beraktivitas fisik.
  4. Menggunakan alas kaki untuk mencegah infeksi cacing tambang

Untuk para Ayah, jangan lupa juga untuk antar Bunda Cek Kandungan nya juga ya setiap bulan nya! Ingatkan bunda untuk istirahat cukup dan Ayah juga bisa loh melakukan stimulasi janin bersama. Caranya : bisa dengan berbicara dengan janin sejak hamil muda dan lakukan sentuhan dengan cara mengelus perut berulang 4-5 kali agar janin sehat-cerdas.

Sumber :

  1. Yankes Kemkes. 2022. Anemia dalam Kehamilan
  2. Germas Infokes. 2022. Ibu Hamil tetap sehat bebas anemia.