Jam Buka

Mon - Fri: 7AM - 7PM

Menampilkan: 1 - 10 dari 11 HASIL
judi

Benar, Klaim Prabowo Bahwa Stroke dan Jantung Penyebab Kematian Utama Indonesia dan Jumlah Dokter Spesialis yang Belum Memadai

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) seperti dikutip dari Kata Data, terdapat 10 penyakit sebagai penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Urutan pertama adalah stroke dengan 131,8 kasus kematian per 100 ribu penduduk. Kedua, ada jantung iskemik atau penyebab serangan jantung dengan 95,68 kasus.

Dosen Departemen Biostatistik, Epidemiologi, dan Kesehatan Populasi FK-KMK Universitas Gadjah Mada (UGM) Anis Fuad, S.Ked, DEA, menyatakan benar bahwa penyakit stroke dan jantung merupakan salah satu penyebab utama kematian penduduk Indonesia.

“Namun demikian ketersediaan dokter spesialis, sarana, prasarana dan alkes untuk diagnostik dan penanganan penyakit jantung yang tidak merata menjadi salah satu sebab penanganan yang tidak optimal,” kata Anis, Minggu, 4 Februari 2024.



judi

Prabowo Sebut Stroke dan Serangan Jantung Jadi Penyebab Terbesar Kematian di Indonesia – Portal Kesehatan Masyarakat

Dari hasil penelusuran cek fakta tim Medcom.id, klaim Prabowo bahwastroke dan serangan jantung menjadi dua penyebab terbesar kematian di Indonesia, adalah benar. Hal ini senada dengan apa yang disampaikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dua penyakit tersebut menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia.

“Penyebab kematian tertinggi di Indonesia adalah penyakit stroke dengan 19,42 persen dan jantung iskemik (serangan jantung) dengan 14,38 persen,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Eva Susanti dalam konferensi pers terkait Hari Jantung Sedunia 2023, Senin 25 September 2023.



judi

Prabowo Sebut Stroke dan Jantung Penyebab Kematian Utama di Indonesia – Portal Kesehatan Masyarakat

Dilansir dari laman Kata Data, berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2019 menunjukkan, bahwa stroke merupakan penyakit yang menyumbang angka kematin terbanyak di Indonesia yakni 131,8 kasus kematian per 100.000 penduduk.

Kemudian, penyakit jantung menjadi yang kedua yakni 95,68 kasus per 100.000 penduduk.

Dilansir dari laman Sehat Negeriku, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa layanan kesehatan untuk penyakit stroke perlu diperkuat.

Saat ini, jumlah fasilitas pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan spesialis bedah jumlahnya belum memadai.

Dari 34 provinsi baru 20 provinsi yang bisa melakukan tindakan pakai cathlab sementara 14 provinsi masih belum mampu menyediakan pelayanan stroke.

Di laman Sehat Negeriku, Budi juga menjelaskan bahwa, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah (SpJP) hanya berjumlah 1.485 orang.

Jumlah ini, kata Menkes, masih jauh dari kebutuhan. Padahal, idealnya, 1 dokter jantung melayani 100.000 orang. Namun, saat ini, 1 dokter jantung harus melayani sebanyak 250.000 orang.



judi

Serangan Jantung Penyebab Kematian Terbesar, Faktanya? – Portal Kesehatan Masyarakat

Berdasarkan pernyataan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Eva Susanti pada 2023, penyebab kematian tertinggi di Indonesia adalah penyakit stroke dengan 19,42 persen dan jantung iskemik (serangan jantung) sebesar 14,38 persen.

Terkait hal ini, Dosen Departemen Biostatistik, Epidemiologi, dan Kesehatan Populasi FK-KMK Universitas Gadjah Mada, Anis Fuad, pada 4 Februari 2023 mengatakan, ketersediaan dokter spesialis, sarana, prasarana dan alkes untuk diagnostik dan penanganan penyakit jantung yang tidak merata menjadi salah satu sebab penanganan yang tidak optimal.



judi

Klaim Penyakit Stroke dan Jantung Jadi Penyebab Utama Kematian di Indonesia – Portal Kesehatan Masyarakat

Dosen Departemen Biostatistik, Epidemiologi, dan Kesehatan Populasi FK-KMK Universitas Gadjah Mada, Anis Fuad mengatakan bahwa penyakit stroke dan jantung merupakan penyebab utama kematian utama di Indonesia.

“Penyakit stroke dan jantung merupakan salah satu penyebab kematian utama di Indonesia. Namun demikian ketersediaan dokter spesialis, sarana, prasarana dan alkes untuk diagnostik dan penanganan penyakit jantung yang tidak merata menjadi salah satu sebab penanganan yang tidak optimal,” kata Anis Fuad, Minggu (4/2/2024).

Dosen Departemen Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Dina Listiorini juga menyebut bahwa penyakit stroke dan jantung memang menjadi penyebab utama kematian di Indonesia.

“Betul. Tapi hal ini disebabkan persebaran dokter spesialis juga tidak merata sebagaimana persebaran dokter lainnya,” ucap Dina.

Dikutip dari artikel berjudul “Penyakit Jantung Penyebab Utama Kematian, Kemenkes Perkuat Layanan Primer” yang dimuat situs sehatnegeriku.kemkes.go.id, penyakit jantung memang menjadi penyebab utama kematian di Indonesia.

Penyakit jantung masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut Kementerian Kesehatan RI lakukan penguatan layanan kesehatan di tingkat primer.

Berdasarkan Global Burden of Desease dan Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) 2014-2019 penyakit jantung menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 dan 2018 menunjukan tren peningkatan penyakit jantung yakni 0,5% pada 2013 menjadi 1,5% pada 2018.

Bahkan penyakit jantung ini menjadi beban biaya terbesar. Berdasarkan data BPJS Kesehatan pada 2021 pembiayaan kesehatan terbesar ada pada penyakit jantung sebesar Rp.7,7 triliun.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dr. Eva Susanti, S.Kp, M.Kes mengatakan faktor-faktor yang menyebabkan meningkatnya kejadian penyakit kardiovaskuler antara lain hipertensi, obesitas, merokok, diabetes melitus, dan kurang aktivitas fisik.

“Untuk mengatasi masalah penyakit jantung di Indonesia, Kemenkes melakukan penguatan pada layanan primer melalui edukasi penduduk, pencegahan primer, pencegahan sekunder, dan meningkatkan kapasitas serta kapabilitas layanan primer,” ujar Direktur Eva pada konferensi pers secara virtual terkait Hari Jantung Sedunia, Rabu (28/9) di Jakarta.

Lebih lanjut Direktur Eva menjelaskan edukasi penduduk dilakukan melalui 7 kampanye utama, antara lain imunisasi, gizi seimbang, olah raga, anti rokok, sanitasi dan kebersihan lingkungan, skrining penyakit, dan kepatuhan pengobatan.

Terkait pencegahan primer dilakukan dengan penambahan imunisasi rutin menjadi 14 antigen dan perluasan cakupan di seluruh Indonesia.

“Pada pencegahan sekunder dilakukan skrining 14 penyakit penyebab kematian tertinggi di tiap sasaran usia, skrining stunting dan peningkatan ANC untuk kesehatan ibu dan bayi,” ungkap Direktur Eva.

Terkait meningkatkan kapasitas dan kapabilitas layanan primer dilakukan melalui pembangunan Puskesmas di 171 kecamatan, penyediaan 40 obat esensial, dan pemenuhan SDM kesehatan primer.

Penguatan layanan primer tersebut sejalan dengan transformasi kesehatan, yakni pilar pertama. Untuk diketahui, Kemenkes tengah melakukan transformasi kesehatan melalui 6 pilar, antara lain pilar layanan primer, pilar layanan rujukan, pilar sistem ketahanan kesehatan, pilar sistem pembiayaan kesehatan, pilar SDM kesehatan, dan pilar teknologi kesehatan.

Dikatakan Direktur Eva, untuk mengatasi masalah penyakit jantung juga dilakukan melalui regulasi Permenkes nomor 71 tahun 2015 tentang Penanggulangan Penyakit Tidak Menular (PTM).

Dalam Permenkes tersebut tertuang penanggulangan PTM dilakukan melalui promosi kesehatan dengan mengubah perilaku dan pemberdayaan masyarakat, deteksi dini dengan mengidentifikasi dan intervensi sejak dini faktor risiko PTM, perlindungan khusus melalui vaksinasi COVID-19 untuk komorbid, dan penanganan kasus melalui pengobatan di fasilitas layanan kesehatan sesuai standar.

Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia dr. Radityo Prakoso, SpJP (K) mengatakan penyakit jantung tidak hanya ditemukan pada usia tua. Tren menunjukkan peningkatan usia penyakit jantung pada usia yang lebih muda.

Hal itu sebagai akibat dari peningkatan prevalensi obesitas darah tinggi merokok dan kolesterol tinggi di usia muda.

“Terdapat peningkatan prevalensi serangan jantung pada usia kurang dari 40 tahun sebanyak 2% setiap tahunnya dari tahun 2000 sampai 2016,” ucap dr. Radityo.

Salah satu penyakit jantung yang mengalami peningkatan pada usia muda adalah penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner terjadi karena ada sumbatan pada pembuluh koroner baik akibat deposit kolesterol atau inflamasi (peradangan).

Gaya hidup tidak sehat menjadi penyebab paling umum dari penyakit jantung koroner di usia muda. Masyarakat diimbau untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, berhenti merokok, berhenti makan makanan berlemak, berhenti konsumsi alkohol, dan rajin olah raga minimal 30 menit sehari.


judi

Prabowo Sebut Stroke dan Jantung Jadi Penyebab Utama Kematian di Indonesia – Portal Kesehatan Masyarakat

Hasil penelusuran tim Cek Fakta TIMES Indonesia bersama koalisi Cek Fakta serta panel ahli, menemukan bahwa pernyataan yang disampaikan Prabowo Subianto bisa ditelusuri sebagai berikut.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) seperti dikutip Katadata.co,id, terdapat 10 penyakit sebagai penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Peringkat pertama adalah stroke dengan 131,8 kasus kematian per 100 ribu penduduk. Lalu kedua, ada jantung iskemik atau penyebab serangan jantung dengan 95,68 kasus.
Sumber: https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/02/07/stroke-dan-tbc-masuk-dalam-10-penyakit-penyebab-kematian-tertinggi-di-indonesia

Dosen Departemen Biostatistik, Epidemiologi, dan Kesehatan Populasi FK-KMK Universitas Gadjah Mada (UGM) Anis Fuad, S.Ked, DEA, menyatakan bahwa penyakit stroke dan jantung merupakan salah satu penyebab utama kematian penduduk Indonesia.

“Namun demikian ketersediaan dokter spesialis, sarana, prasarana dan alkes untuk diagnostik dan penanganan penyakit jantung yang tidak merata menjadi salah satu sebab penanganan yang tidak optimal,” kata Anis, Minggu (4/2/2024).

Anis Fuad mengutip keterangan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) yang dimuat di Suara.com, terdapat empat provinsi di Indonesia yang memiliki dokter spesialis jantung kurang dari lima orang. Yakni Maluku Utara, Papua Barat, Sulawesi Tengah, dan Bengkulu.

Rasio proporsional seharusnya 28 orang dokter spesialis jantung melayani 100 ribu penduduk. Namun dengan kondisi yang ada, berarti rasionya sekitar satu dokter spesialis jantung melayani 100 ribu penduduk.
Sumber: https://www.suara.com/health/2022/08/05/121000/waduh-dokter-jantung-di-4-provinsi-ini-tak-sampai-5-orang



judi

Klaim Prabowo Soal Angka Kematian Ibu Salah – Portal Kesehatan Masyarakat

Berdasarkan data dari organisasi kemanusiaan internasional, Concern, yang dipublikiasikan di laman resmnya pada April 2023, tidak ada Indonesia dalam 10 besar angka kematian ibu. Perinciannya, 10 negara dengan angka kematian ibu tertinggi adalah Sudan Selatan, Chad, Sierra Leone, Nigeria, Afrika Tengah, Somalia, Mauritania, Guinea-Bissau, Liberia, dan Afghanistan.

Namun untuk wilayah Asia Tenggara, Indonesia memang berada di urutan atas. Berdasarkan keterangan di laman resmi Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD-FEB-UI), Indonesia bahkan menempati peringkat kedua dalam angka kematian ibu di Asia Tenggara. Angka itu dipublikasikan pada pertengahan 2022 silam.

Sedangkan pada 2017, Indonesia masih menempati peringkat ketiga. Itu artinya, peringkat angka kematian ibu di Indonesia naik satu tangga dalam kurun waktu lima tahun.



judi

1/3 kematian ibu di Jawa Timur disebabkan oleh preeklampsia – Portal Kesehatan Masyarakat


Preeklampsia menjadi penyebab 500.000 kematian bayi dan 76.000 kematian ibu setiap tahunnya. Preeklampsia merupakan suatu kondisi peningkatan tekanan darah pada ibu hamil disertai dengan temuan protein dalam urine (proteinuria). Kebanyakan kondisi ini terjadi pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu. Ada bermacam faktor risiko yang menyebabkan terjadinya preeklampsia pada ibu hamil, salah satunya adalah usia. Hasil penelitian dalam pencarian 25 jurnal menunjukan bahwa usia ibu hamil adalah salah satu faktor penyebab preeklamsia, yaitu usia kehamilan kurang dari 20 tahun dan di atas 35 tahun.

Kenali gejala preeklampsia antara lain, tekanan darah tinggi (hipertensi), ditemukannya protein di dalam urin (proteinuria), sakit kepala berat atau terus-menerus, sesak napas, gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur atau sensitif terhadap cahaya, pusing, lemas, mual dan muntah, frekuensi buang air kecil dan volume urine menurun. Namun, munculnya salah satu gejala di atas belum bisa digunakan untuk menegakkan diagnosis preeklampsia, segera kunjungi dokter untuk mendapat pengobatan dan sebagai upaya deteksi dini kondisi preeklampsia.

Preeklampsia juga bisa dicegah dengan beberapa cara, seperti:

  1. Melakukan kontrol kehamilan secara rutin. Pemerintah menganjurkan untuk melakukan kontrol minimal 6x selama masa kehamilan sebagai upaya deteksi dini adanya faktor preeklampsia.
  2. Rutin melakukan pengecekan tekanan darah dan gula darah jika memiliki riwayat penyakit hipertensi dan diabetes sebelum kehamilan.
  3. Menjaga pola hidup tetap sehat, yaitu dengan menjaga berat badan ibu dan bayi tetap ideal, mengurangi konsumsi makanan yang tinggi garam, menjaga stres, mencukupi nutrisi dan mengonsumsi vitamin/mineral sesuai anjuran dokter, serta rajin berolahraga sesuai kemampuan.

Penting bagi ibu hamil untuk mendapatkan edukasi dan informasi dari sumber yang tepat mengenai hal-hal seputar kehamilan. Agar jangan sampai karena ketidak tahuan tersebut justru membahayakan keselamatan ibu maupun janin. Dibutuhkan banyak peran dan waktu yang tidak sebentar untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, terutama peran fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas.

Referensi:
UNAIR News,2021
http://news.unair.ac.id/2021/04/01/korelasi-musim-dengan-angka-kejadian-preeklampsia-di-jawa-timur/

Kemenkes, 2021
https://promkes.kemkes.go.id/peringatan-hari-preeklamsia-sedunia-2021
https://www.alodokter.com/preeklamsia

Fidyati, 2021
https://erepository.uwks.ac.id/9365/



judi

Satu dari Tiga Kematian Disebabkan oleh Jantung, Ayo Cegah serangan jantung – Portal Kesehatan Masyarakat

Sebagai salah satu penyakit yang banyak menyebabkan kematian di Indonesia, Serangan jantung harus mendapatkan perhatian dan penanganan khusus, agar proses penanganan dan pencegahan kematian akibat serangan jantung dapat lebih ditingkatkan.

 

Sebelum pandemi Covid-19 yang saat ini menyelimuti hampir banyak negara, penyakit jantung merupakan salah satu penyakit pembunuh nomor satu di dunia dan di Indonesia. Dalam data yang dikeluarkan oleh WHO pada tahun 2021, kematian akibat penyakit jantung mencapai angka 17,8 juta kematian atau satu dari tiga kematian di dunia setiap tahun disebabkan oleh penyakit jantung.

 

Melihat kondisi demikian, maka penting bagi kita untuk terus melakukan pemeriksaan dan menjaga kesehatan jantung.

 

Langkah Sehat Mencegah Serangan Jantung

Berikut ini adalah 6 langkah sehat mencegah serangan jantung yang penting untuk kita ketahui bersama, diantaranya adalah:

1. Periksa kesehatan secara rutin (seperti tekanan darah, gula darah, dll)

2. Menghindari rokok

3. Berolahraga secara teratur

4. Kelola stres

5. Diet seimbang

6. Istirahat cukup

 

Dengan menerapkan tips menjaga kesehatan jantung diatas, diharapkan mampu meminimalisir adanya risiko serangan jantung, baik bagi seseorang yang berusia muda maupun bagi para lansia.

 

Tetap terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap harinya, dan rutin melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memantau kondisi jantung. Sehingga dengan demikian, tindakan pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin.