Jam Buka

Mon - Fri: 7AM - 7PM

Menampilkan: 1 - 7 dari 7 HASIL
judi

Langkah Sederhana Menghadapi KIPI – Portal Kesehatan Masyarakat

Tercapainya masyarakat yang sehat dengan herd immunity yang terbentuk secara sempurna, merupakan hal yang dicita-citakan pemerintah bersama dengan seluruh masyarakat Indonesia. Untuk itu, pemerintah terus mengupayakan berbagai kebijakan dan program yang dapat membantu terciptanya hal tersebut, salah satunya dengan menyelenggarakan Vaksinasi Covid-19.

Namun, kebijakan dan program tersebut bukan tanpa hambatan. Bagi beberapa masyarakat dengan kondisi tertentu, penyuntikkan vaksin akan menimbulkan beberapa efek samping bersifat sementara yang disebut KIPI atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. Dengan demikian, beberapa masyarakat ada yang masih ragu untuk melakukan vaksinasi, sehingga berpengaruh kepada capaian vaksinasi serta terbentuknya herd immunity di tengah masyarakat. 

Padahal, KIPI sendiri merupakan hal yang cukup wajar. Terdapat beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk meringankan KIPI yang sedang dirasakan atau dialami, diantaranya adalah :

Segera beristirahat setelah divaksinasi

Apabila muncul demam, minum obat penurun panas sesuai dosis dan cukup minum air putih

Jika ada nyeri di tempat suntikan, tetap gerakkan tangan dan kompres dengan air dingin

Bila demam tidak kunjung turun dalam 48 jam setelah vaksinasi, segera isolasi mandiri dan lakukan tes Covid-19

Jika keluhan tidak berkurang, hubungi kontak petugas yang tertera pada kartu vaksinasi atau fasilitas kesehatan terdekat

Dengan melakukan beberapa hal diatas, diharapkan dapat menurunkan keraguan untuk bersegera melakukan vaksinasi. Vaksin Covid-19 yang digunakan telah terbukti aman dan bermanfaat, dengan mendapat EUA dari Badan POM. Segera lakukan vaksinasi dan mari berpartisipasi dalam terciptanya kekebalan secara kelompok di tengah masyarakat.

 

Editor:

Eunice Margarini, SKM, MIPH

Marsha Anindita, S.Ds

Sumber :

1.       https://covid19.go.id/artikel/2022/01/27/atasi-kipi-begini-caranya

 

 



judi

Tips Menghadapi KIPI pada Anak – Portal Kesehatan Masyarakat

Pemberian Vaksin Covid-19 sebagai langkah meminimalisir hospitalisasi dan kematian akibat Covid-19 kepada masyarakat menjadi sangat penting untuk dilakukan, terlepas apakah telah memasuki lanjut usia, dewasa, maupun anak-anak. Hal ini dikarenakan proses penyebaran virus di tengah masyarakat dapat terjadi pada segala kelompok usia.

Tepat pada tanggal 14 Desember 2021, pemerintah telah memberikan izin untuk pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6 – 11 tahun. Meski mengetahui mengenai urgensi penggunaan vaksin selama masa pandemi Covid-19, orang tua tetap merasa khawatir apabila terjadi KIPI atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi pada anak, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, menggigil hingga mual atau muntah. Ayah dan bunda tidak perlu panik dan khawatir menghadapinya. Berikut ini merupakan beberapa langkah efektif yang dapat dilakukan ketika anak mengalami KIPI, seperti :

Membuat anak cukup beristirahat

Memberi obat penurun panas jika diperlukan

Mengupayakan agar anak mengkonsumsi air putih yang cukup

Jika terdapat rasa nyeri di tempat bekas suntikan, usahakan tetap gerakan dan gunakan lengan anak.

Apabila perlu, kompres bagian yang nyeri dengan kain bersih yang dibasahi dengan air dingin setelah melakukan penanganan dini.

Dengan menerapkan beberapa langkah diatas, diharapkan KIPI yang dialami oleh anak dapat segera pulih, sehingga dapat kembali beraktifitas seperti sedia kala. Ayah dan bunda juga diharapkan tidak lagi merasa khawatir atau takut untuk mengantarkan putra dan putrinya untuk mendapatkan vaksin Covid-19 di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

 

Editor:

Eunice Margarini, SKM, MIPH

Marsha Anindita, S.Ds

Sumber :

1.       https://pusatkrisis.kemkes.go.id/5-langkah-penanganan-dini-kipi-pada-anak

 

 



judi

5 Langkah Tepat Menghadapi KIPI Pada Anak – Portal Kesehatan Masyarakat

Penggunaan vaksinasi Covid-19 sebagai bentuk meminimalisir kematian akibat Covid-19, adalah hal yang perlu dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat. Namun demikian, penggunaan Vaksinasi biasanya akan menimbulkan KiPI bagi beberapa individu sebagai bentuk respon terhadap vaksinasi. KIPI atau Kejadian Ikutan pasca Imunisasi sendiri merupakan hal yang sangat umum terjadi bagi individu yang telah melakukan vaksinasi. Dalam prosesnya, kejadian ikutan tersebut dapat dialami oleh semua umur, baik dewasa, lansia, maupun oleh anak-anak setelah melakukan vaksinasi Covid-19.

 

Dalam menghadapi KIPI pada anak, para orang tua diharapkan untuk untuk tetap tenang dan tidak panik dalam mengambil keputusan. Terdapat beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan oleh ayah dan bunda agar KIPI pada anak dapat mereda, diantaranya adalah :

Membuat anak cukup beristirahat
Memberi obat penurun panas jika diperlukan
Mengupayakan agar anak mengkonsumsi air putih yang cukup
Jika terdapat rasa nyeri di tempat bekas suntikan, usahakan tetap gerakan dan gunakan lengan anak.
Apabila perlu, kompres bagian yang nyeri dengan kain bersih yang dibasahi dengan air dingin setelah melakukan penanganan dini.

Dengan menjalankan beberapa langkah di atas, diharapkan mampu menurunkan KIPI yang dialami oleh anak pasca melakukan vaksinasi Covid-19. Apabila KIPI tidak kunjung mereda, segera bawa anak untuk melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat, sehingga anak bisa segera mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Pemahaman yang baik dalam menghadapi KIPI pada anak, akan membuat orang tua tidak lagi ragu untuk mengajak putra dan putrinya untuk mendapatkan vaksnasi Covid-19.

 

Sumber :

1.       https://covid19.go.id/artikel/2021/12/18/orang-tua-jangan-panik-segera-lakukan-ini-jika-anak-bergejala-kipi-paska-vaksinasi-covid-19

 



judi

Kerjasama Menghadapi Pandemi Covid-19 Akan Terus Dilanjutkan di Tahun 2022 – Portal Kesehatan Masyarakat

Menengok kilas balik tahun 2021, Pemerintah bersama dengan Tenaga Medis dan seluruh masyarakat Indonesia telah mengalami banyak masa sulit, terutama pada proses penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19. Hal ini dapat dilihat dari adanya lonjakan kasus yang sangat signifikan hingga 2 kali dalam kurun waktu satu tahun, dimana hal ini merupakan akibat dari adanya mobilitas yang cukup tinggi ditengah masyarakat pada saat periode libur panjang.

 

Dalam keterangan pers terkait penanganan pandemi Covid-19 pada Selasa (28/12/2021) dan disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden. Prof. Wiku Adisasmito selaku Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa perjuangan dalam melawan pandemi Covid-19 saat ini belum berakhir, namun dengan harapan dan doa untuk tahun 2022, kasus Covid-19 di Indonesia dunia diharapkan bisa mengalami perbaikan yang stabil, sehingga kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan, dan yang lainnya dapat bisa kembali berjalan dengan sedia kala. Perjuangan dan kewaspadaan harus tetap dilanjutkan dengan tetap menjaga protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi guna meminimalisir hospitalisasi dan kematian akibat Covid-19.

 

Sebagai penutup, Wiku juga tidak lupa untuk berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang tidak berhenti berjuang hingga saat ini. Selain itu, rasa terima kasih juga diberikan kepada tenaga medis dan rekan-rekan media yang telah menyampaikan perkembangan kasus tanpa lelah. Kerja keras dan kerja sama yang dilakukan oleh pemerintah dan seluruh elemen masyarakat akan terus berlanjut hingga membawa Indonesia kembali ke situasi dan kondisi yang normal dan sehat.

 

Sumber :

1.       https://covid19.go.id/berita/satgas-optimistis-penangan-covid-19-semakin-baik-di-tahun-2022

 

 



judi

Kemenkes Bersiap Menghadapi Cacar Monyet – Portal Kesehatan Masyarakat

Cacar monyet merupakan salah satu penyakit yang saat ini tengah mendapatkan perhatian dan perbincangan di tengah masyarakat. Cacar monyet sendiri disebabkan oleh virus human monkeypox (MPXV) orthopoxvirus dari famili poxviridae yang bersifat highlipatogenik atau zoonosis. Virus Ini pertama kali ditemukan pada monyet di tahun 1958, sedangkan kasus pertama pada manusia (anak-anak) terjadi pada tahun 1970.

 

Menanggapi kondisi demikian, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan sedang berupaya untuk terus melakukan upaya pencegahan penyebaran cacar monyet di Indonesia.

 

Dalam keterangan yang diberikan pada konferensi pers secara virtual di Jakarta, dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH selaku Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan kasus cacar monyet di Indonesia. namun demikian, pemerintah tetap berkomitmen untuk tetap melakukan tindakan preventif terhadap penyakit tersebut.

 

Berikut ini adalah beberapa upaya yang saat ini tengah diberlakukan oleh pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran cacar monyet di Indonesia, diantaranya adalah:

 

1. Memperbarui situasi dan frekuensi question (FAQ) terkait monkeypox yang dapat diunduh melalui https://infeksiemerging.kemkes.go.id/.

2. Mengeluarkan Surat Edaran NOMOR: HK.02.02/C/2752/2022 Tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Monkeypox di Negara non Endemis

3. Melakukan revisi pedoman pencegahan dan pengendalian cacar monyet untuk menyesuaikan situasi dan informasi baru dari WHO,

 

Dengan menerapkan beberapa hal diatas, diharapkan mampu meminimalisir kemungkinan tersebarnya kasus cacar monyet di tengah masyarakat Indonesia.

 

Tetap terapkan pola hidup bersih dan sehat dengan menggunakan masker, menghindari populasi, dan mencuci tangan menggunakan sabun. Segera lakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala cacar monyet seperti demam, dan muncul ruam ke fasilitas kesehatan terdekat, agar dapat segera mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

 

 



judi

5 Tips Sehat Menghadapi Musim Hujan – Portal Kesehatan Masyarakat

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika telah mengeluarkan peringatan dini terhadap cuaca ekstrem di akhir tahun. Hujan yang merata di beberapa daerah di indonesia, membuat kita harus waspada dengan berbagai potensi penyakit penyerta yang terjadi saat musim hujan berlangsung. Hal ini dilakukan agar tubuh tetap sehat dan dapat menjalankan aktivitas harian dengan lancar.

 

 

Berikut ini adalah beberapa penyakit penyerta musim hujan yang harus diwaspadai oleh masyarakat, diantaranya adalah:

 

1. Diare

2. Demam Berdarah Dengue

3. Leptospirosis

4. Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)

5. Penyakit Kulit

6. Penyakit Pencernaan

 

Tips Sehat Selama Musim Hujan

 

Setelah mengetahui berbagai penyakit penyerta musim hujan yang berpotensi menjangkit masyarakat, tindakan pencegahan perlu dilakukan dengan melakukan beberapa hal seperti berikut:

 

1. Menggunakan pakaian hangat

2. Sedia payung atau jas hujan ketika hendak beraktivitas di luar ruangan.

3. Menjaga kebersihan rumah dan berbagai tempat lainnya yang dimungkinkan menjadi sarang perkembangan nyamuk

4. Mengkonsumsi makanan yang bergizi dan rutin mengkonsumsi vitamin

5. Mandi setelah kehujanan

 

Dengan menerapkan beberapa tips sehat selama musim hujan, masyarakat lebih sehat dan siap dalam menjalani aktivitas di tengah musim hujan seperti saat ini.

 

Tetap terapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta bersegera untuk melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala penyakit dari penyakit penyerta musim hujan yang telah disebutkan diatas, agar bisa segera mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat dari petugas kesehatan.

 



judi

5 Tips Sehat Menghadapi Puncak Musim Hujan – Portal Kesehatan Masyarakat


Hujan yang sering turun dalam beberapa hari terakhir, membuat kita perlu untuk memperhatikan kesehatan tubuh. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir adanya potensi paparan penyakit penyerta hujan yang akan menyerang tubuh.

Adapun penyakit penyerta musim hujan yang perlu kita waspadai seperti saat ini adalah demam berdarah, flu, malaria, diare hingga leptospirosis yaitu penyakit yang ditularkan melalui urine atau darah dari hewan seperti tikus, anjing, dan sapi yang terbawa oleh banjir atau genangan air.

Untuk menghindari beberapa penyakit penyerta musim hujan yang telah disebutkan diatas, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan oleh masyarakat, diantaranya adalah sebagai berikut:

Mengonsumsi makanan yang bersih, sehat dan bergizi.

Meminimalisir menyentuh wajah menggunakan tangan yang kotor

Menghindarkan diri dari air kotor atau kubangan yang terbentuk akibat hujan, karena dapat memicu penyakit influenza, infeksi jamur pada kulit hingga kolera.

Rutin membersihkan rumah, saluran air, selokan, hingga tempat-tempat lain yang berpotensi menjadi tempat perkembangan nyamuk.

Rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau Hand Sanitizer untuk meminimalisir infeksi virus dan bakteri yang terbawa oleh telapak tangan yang kotor.

Tips sehat saat musim hujan yang telah disebutkan diatas, diharapkan dapat memberikan informasi dan meningkatkan kewaspadaan kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan selama musim hujan berlangsung, agar tubuh tetap sehat dan aktivitas harian dapat berjalan dengan lancar,

Tetap terapkan protokol kesehatan selama melakukan aktivitas, dan segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala penyakit penyerta musim hujan, agar bisa segera mendapatkan penanganan sedini mungkin dari petugas kesehatan.

Review: Astasari