Jam Buka

Mon - Fri: 7AM - 7PM

Menampilkan: 1 - 5 dari 5 HASIL
judi

Benar, Klaim Ganjar Pranowo bahwa Tidak Ada Insentif untuk Anak Muda Menjadi Petani – Portal Kesehatan Masyarakat

Peneliti Innovation Center for Tropical Sciences (ICTS), Riska Ayu Purnamasari dan dosen Kebijakan Publik Universitas Brawijaya, M. Rizki Pratama mengatakan pernyataan Ganjar tersebut adalah benar. 
Menurut Badan Pusat Statistik (2023), persentase pemuda usia 16-30 tahun yang bekerja di sektor pertanian terus turun dari 20,79 persen pada tahun 2017 menjadi 18 persen pada tahun 2022. Di sisi lain, persentase pemuda yang bekerja di sektor jasa terus naik, yakni dari 52,86 persen pada 2017 menjadi 56,82 persen pada 2022.   
Jumlah petani milenial memang minimalis hanya 21,93 persen (6.183.009 orang) pada tahun 2023. Jumlah petani milenial juga tidak merata antar provinsi dengan Provinsi Jawa Timur mendominasi dengan 15,71 persen (971.102 orang) pada tahun 2023. 
Beberapa hasil studi menunjukkan bahwa banyak pemuda enggan bergelut di sektor pertanian karena beberapa faktor. Riset Akatiga pada 2020 menunjukkan faktor-faktor yang menghambat anak muda menjadi petani karena lamanya waktu menunggu untuk dapat mengakses tanah milik orang tua, tingginya harga sewa/beli lahan untuk bertani, harga produk pertanian di tingkat petani yang fluktuatif bahkan cenderung rendah sehingga keuntungan bertani tidak sebesar sektor lain, dan kurangnya informasi akan praktik pertanian inovatif.
Menurut Rizki, sejauh ini program insentif untuk para petani muda belum hadir di tingkat nasional, akan tetapi di tingkat lokal sudah muncul inisiatif pemerintah daerah untuk mendorong para generasi muda untuk menjadi petani seperti program petani milenial dari pemerintah Provinsi Jawa Barat. Program petani milenial tersebut memberikan pelatihan, pemagangan, pemberian akses pasar, akses teknologi, akses kelembagaan, akses sarana dan prasarana produksi/pasca-produksi, asuransi, akses lahan serta sertifikasi/legalitas usaha dan produk.
Program insentif untuk petani muda dapat dilakukan melalui berbagai hal seperti program pemotongan pajak, program pelatihan, program pinjaman dengan bunga rendah, program bantuan pendanaan hingga program pensiun dini untuk beralih ke sektor pertanian.



judi

[SALAH] Surat Edaran Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi CPNS Tanpa Tes Oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Beberapa waktu lalu sempat beredar surat edaran yang mengatasnamakan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan terkait dengan pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS tanpa tes karena adanya kuota kekosongan CPNS tahun 2022 untuk beberapa jenis tenaga honorer, di antaranya ialah tenaga guru, tenaga kesehatan, tenaga penyuluh pertanian, peternakan dan perikanan, serta tenaga teknis. Lalu pada surat tersebut juga mencatut nama Suherman yang merupakan salah satu JPT Madya di BKN.

Namun melansir dari akun Instagram resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN), yaitu @bkngoidofficial, surat yang mengatasnamakan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan dengan nomor surat 57224/A7/HM.02.00/2022 yang dikeluarkan pada tanggal 2 Maret 2022 dengan mencatut nama Suherman sebagai salah satu JPT Madya di BKN ialah hoax.

Selain itu melansir dari kompas.com surat terkait dengan pengangkatan tenaga honorer ini kerap terjadi setiap tahun. Karena pada Januari 2022 juga sempat beredar surat pengangkatan guru honorer usia 35 tahun ke atas. Guru honorer ini nantinya akan dijadikan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Berdasarkan pada seluruh referensi, informasi terkait dengan surat edaran pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS tanpa tes oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan ialah informasi salah dan masuk ke dalam kategori konten tiruan.



judi

[SALAH] Vaksin COVID-19 Mengandung Luciferase Dan Menjadi Alat Pelacak – Portal Kesehatan Masyarakat


[SALAH] Vaksin COVID-19 Mengandung Luciferase Dan Menjadi Alat Pelacak

Beredar sebuah informasi di platform TikTok yang mengklaim bahwa vaksin mengandung enzim Luciferase yang disebutkan dapat digunakan sebagai alat pelacak dalam tubuh. Lalu dalam klaim video ini menyebutkan untuk melancarkan kode mRNA maka harus mengubah sistem kekebalan agar tubuh tidak menganggap mRNA palsu sebagai ancaman.

Setelah ditelusuri, klaim tersebut salah. Faktanya melansir Usatoday.com, enzim Luciferase bukanlah bahan dalam vaksin virus corona mana pun. Enzim Luciferase hanya digunakan dalam penelitian COVID-19 karena kemampuannya menghasilkan cahaya membantu para peneliti melacak bagaimana virus dan vaksin berinteraksi dengan sel. Selain itu vaksin virus corona juga tidak mengandung alat pelacak apapun.

Kemudian melansir Who.int, terdapat beberapa vaksin dengan beberapa cara kerja yang berbeda seperti vaksin virus tidak aktif atau dilemahkan, yang menggunakan bentuk virus yang telah dilemahkan atau tidak aktif sehingga tidak menyebabkan penyakit tetapi tetap menghasilkan respons imun. Kemudian vaksin berbasis protein, yang menggunakan fragmen protein atau cangkang protein yang tidak berbahaya yang meniru virus COVID-19 untuk menghasilkan respons imun dengan aman. Selanjutnya vaksin vektor virus, yang menggunakan virus aman yang tidak dapat menyebabkan penyakit tetapi berfungsi sebagai platform untuk memproduksi protein virus corona untuk menghasilkan respons imun. Lalu, vaksin RNA dan DNA, pendekatan mutakhir yang menggunakan RNA atau DNA yang direkayasa secara genetik untuk menghasilkan protein yang dengan sendirinya memicu respons imun dengan aman.

Dengan demikian klaim vaksin mengandung Luciferase dan alat pelacak adalah klaim yang salah dan masuk ke dalam kategori Konten yang Menyesatkan.



judi

Belum Ada Bukti, Vaksin Covid-19 Menjadi Penyebab Hepatitis Misterius Pada Anak-Anak – Portal Kesehatan Masyarakat


Belum Ada Bukti, Vaksin Covid-19 Menjadi Penyebab Hepatitis Misterius Pada Anak-Anak

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 15 April 2022 mengumumkan wabah luar biasa hepatitis misterius setelah penyakit itu menginfeksi anak-anak berusia 11 bulan hingga lima tahun. WHO menerima laporan pada tanggal 21 April 2022 bahwa sedikitnya 169 kasus hepatitis akut/misterius telah terjadi di 11 negara. 
Dari sejumlah kasus itu, adenovirus telah terdeteksi setidaknya pada 74 kasus dengan pengujian molekuler, 18 di antaranya telah diidentifikasi sebagai tipe F 41. 20 kasus lainnya diidentifikasi adanya SARS-CoV-2. Selanjutnya, 19 terdeteksi dengan koinfeksi SARS-CoV-2 dan adenovirus. Saat ini WHO masih memantau penyebab terjadinya wabah hepatitis akut tersebut di sejumlah negara. 
Namun WHO menyatakan hipotesis yang menghubungkan hepatitis akut tersebut sebagai efek samping dari vaksin COVID-19 tidak didukung bukti yang kuat karena sebagian besar anak-anak yang terkena hepatitis tersebut tidak menerima vaksinasi COVID-19.
Diberitakan Tempo sebelumnya, epidemiologi Griffith University Dicky Budiman mengatakan maraknya rumor hepatitis akut misterius yang diduga dipicu oleh vaksin COVID-19 tidak berdasarkan fakta ilmiah.
“Jadi, belum ada fakta atau argumen ilmiah yang membenarkan bahwa ini disebabkan oleh vaksin COVID-19,” katanya, Selasa, 3 Mei 2022.
Kepala Unit Kerja Koordinasi Gastro-Hepatologi (UKK) IDAI, Muzal Kadim, mengatakan berdasarkan perkembangan penyakit ini di seluruh dunia, termasuk Indonesia, paling banyak menginfeksi anak-anak yang belum menerima suntikan Covid-19.
“Kasus yang muncul saat ini justru kebanyakan menginfeksi anak-anak yang belum divaksinasi, karena kebanyakan berusia di bawah 6 tahun, bahkan di bawah 2 tahun pada kasus yang ditemukan di Inggris,” kata dokter anak di Pondok Indah tersebut. rumah sakit dalam diskusi yang diadakan secara virtual pada Sabtu, 7 Mei.
Diakui Muzal, vaksin Covid-19 sering dikaitkan dengan Messenger RNA (mRNA) atau menunjukkan efek samping. Namun dia menegaskan bahwa efeknya terlihat setelah jutaan orang diberikan vaksin.
“Kalau dikaitkan dengan messenger RNA setelah jutaan pemberian vaksin, itu terkait dengan efek sampingnya. Tapi untuk kasus akut, itu tidak terkait dengan vaksin Covid,” katanya.
Di Inggris misalnya, seperti dilaporkan oleh BBC, Dr Meera Chand, Direktur Klinis dan Infeksi di Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA), mengatakan penyelidikan mereka “semakin” menunjukkan peningkatan kasus hepatitis akut itu terkait dengan infeksi adenovirus, meski mereka masih menyelidiki penyebab lainnya. Di UK sendiri setidaknya terdapat 114 kasus hepatitis akut hingga 30 April 2022. 
UKHSA mengatakan vaksin Covid adalah satu-satunya hal yang dapat mereka singkirkan secara pasti – karena tidak ada anak yang terkena hepatitis yang menerima suntikan vaksin Covid-19.
Selain di Inggris, Amerika juga menunjukkan data yang sama. Dari 9 anak yang terkena hepatitis di Alabama antara Oktober 2021 dan Februari 2022, berusia kurang dari 6 tahun. Dikutip dari organisasi pemeriksa fakta FactCheck.org, tidak satu pun dari sembilan anak tersebut yang telah divaksinasi COVID-19.
Mereka dinyatakan negatif virus hepatitis dan SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19. Tetapi hasil uji menunjukkan mereka positif adenovirus. Lima dari sembilan anak tersebut, terinfeksi secara khusus dengan adenovirus tipe 41. 



judi

[SALAH] Surat Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi PNS Tahun 2022 Oleh Menteri PANRB – Portal Kesehatan Masyarakat


[SALAH] Surat Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi PNS Tahun 2022 Oleh Menteri PANRB

Setelah ditelusuri, surat pengangkatan tenaga honorer yang beredar adalah palsu. Kepala Biro Data, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB, Mohammad Averrouce memastikan bahwa Kementerian PANRB tidak pernah mengeluarkan surat tersebut dan mengimbau kepada masyarakat untuk mengabaikannya. Ia menegaskan semua pengangkatan ASN harus melalui tahapan seleksi.

Averrouce juga menambahkan perlunya masyarakat memastikan dengan benar penulisan isi surat harus sesuai PUEBI, kepanjangan nama lembaga/menteri yang harus benar, dan kerapian penulisan jika menerima surat yang dikeluarkan instansi pemerintah.

Berdasarkan pada seluruh referensi, surat pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS oleh Kementerian PANRB ialah palsu dan masuk ke dalam kategori konten tiruan.