Jam Buka

Mon - Fri: 7AM - 7PM

Menampilkan: 1 - 7 dari 7 HASIL
judi

Cegah Penyebaran Omicron Melalui Pengenalan Gejala – Portal Kesehatan Masyarakat

Dalam menghadapi peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia, pemerintah kembali mengeluarkan beberapa kebijakan seperti penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di beberapa daerah di Indonesia, hingga melaksanakan vaksinasi booster. Beberapa langkah di atas harus diambil mengingat kemampuan penularan Covid-19 varian Omicron cukup cepat dan melebihi varian Delta.

Meski mayoritas pasien mengalami kesembuhan, namun pencegahan terhadap penularan Omicron harus terus dilakukan, dimana salah satunya adalah mengenal dengan baik gejala Omicron dan tindakan yang perlu dilakukan setelah terkonfirmasi positif Covid-19. Berikut ini adalah beberapa gejala umum yang akan dirasakan oleh pasien apabila terpapar Covid-19 varian Omicron, yaitu :

Demam

Batuk

Flu

Sakit tenggorokan

Empat gejala Omicron diatas merupakan gejala umum bagi pasien yang terinfeksi Covid-19 varian Omicron, sehingga masyarakat tidak perlu panik dan segerakan melakukan tes PCR/Swab Antigen untuk mendapatkan kepastian dari penyakit yang diderita.

Apabila terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala sedang, berat, dan kritis, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit. Jika berusia lebih dari 45 tahun dan memiliki komorbid/ penyakit penyerta, segera hubungi layanan kesehatan agar dokter dapat menentukan apakah pasien perlu dirawat di rumah sakit atau dapat dirujuk ke karantina/isolasi terpusat.

Apabila terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan, masyarakat diimbau untuk dapat langsung melakukan isolasi mandiri (isoman) baik di dalam rumah maupun di lokasi isolasi terpusat selama 10 hari terhitung sejak pengambilan swab. Usia pasien isoman maksimal 45 tahun dan tidak memiliki komorbid. Selama isoman, pasien harus dipantau petugas kesehatan, baik dengan pengobatan telemedicine atau petugas puskesmas setempat agar mendapatkan penanganan serta pengobatan yang cepat dan tepat. Rumah untuk isoman harus memiliki kamar atau lantai terpisah dengan ventilasi dan pencahayaan yang baik. Kamar mandi dalam rumah pasien terpisah dengan penghuni lain. Perlu disiapkan alat pulse oxymeter/ pengukur kadar oksigen dan dilakukan secara mandiri. Pasien tetap pakai masker ketika keluar kamar. Tentunya, dibutuhkan komitmen untuk melakukan isoman sampai selesai.

Dikarenakan banyak pasien yang tidak mengalami gejala bila terinfeksi Covid-19 varian Omicron, maka masyarakat diharapkan tetap waspada dan patuh protokol kesehatan 5M (Menggunakan masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Mengurangi mobilitas, Menjauhi kerumunan) serta segera dapatkan vaksinasi lengkap (untuk 6 tahun ke atas) dan booster (untuk 18 tahun ke atas)  jika belum. Hal tersebut diharapkan agar herd immunity atau kekebalan secara kelompok dapat segera terbentuk di tengah masyarakat dan juga meminimalisir hospitalisasi dan kematian akibat paparan Covid-19.

 

Kontributor:

Eunice Margarini, SKM, MIPH

Editor:

Marsha Anindita, S.Ds

Sumber :

1.       https://covid19.go.id/artikel/2022/02/13/kenali-dan-waspada-gejala-omicron

 

 



judi

Langkah Cepat Pemerintah dalam Cegah Penyebaran Covid-19 Varian Omicron – Portal Kesehatan Masyarakat

Sejak tanggal 16 Desember 2021, varian Omicron terkonfirmasi masuk ke negara Indonesia dan terdeteksi pada salah satu pekerja di Wisma Atlet. Melihat kondisi demikian, pemerintah Indonesia segera mengambil langkah antisipasi dengan melakukan lockdown pada lokasi Wisma Atlet guna mencegah keluar dan masuknya masyarakat yang ditakutkan dapat menjadi salah satu media penyebaran varian Omicron di tengah masyarakat Indonesia secara umum.  

Selain melakukan antisipasi di lingkup Wisma Atlet, pemerintah juga melakukan upaya antisipasi secara nasional dengan menetapkan beberapa aturan terkait mobilitas masyarakat, seperti berikut :

Pembatasan WNA dari negara atau wilayah yang sudah memiliki transmisi kasus Omicron.

Untuk WNI dari negara/wilayah tersebut diperbolehkan masuk Indonesia dengan syarat:

wajib PCR (3×24 jam sebelum keberangkatan)

entry test (tes PCR ulang di hari pertama kedatangan)

exit test (tes PCR ulang kedua di hari ke-13 karantina)

menyelesaikan karantina selama 14 hari

Untuk pelaku perjalanan Internasional yang berasal dari negara lainnya wajib:

tes PCR (3X 24 jam sebelum kedatangan)

melakukan tes PCR di hari kedatangan

karantina selama 10 hari dengan tes PCR pada hari ke-2 dan ke-9

Saat ini, kebijakan karantina merupakan kunci dari pencegahan penyebaran Covid-19 varian Omicron yang telah terlanjur masuk ke Indonesia. Untuk itu, diharapkan dengan adanya kebijakan tersebut mampu memberikan harapan untuk meminimalisir penyebaran kasus Covid-19 dengan varian Omicron di wilayah Indonesia.

Editor:

Eunice Margarini, SKM, MIPH

Marsha Anindita, S.Ds

Sumber ;

1.       https://covid19.go.id/edukasi/masyarakat-umum/strategi-pencegahan-berlapis-untuk-antisipasi-varian-omicron

 



judi

Mayoritas Pasien Varian Omicron Bergejala Ringan – Portal Kesehatan Masyarakat

Peningkatan kasus aktif Covid-19 varian omicron yang dalam beberapa waktu ini cukup masif, kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa pandemi Covid-19 masih belum sepenuhnya selesai dan hilang dari Indonesia. sehingga demikian, penerapan protokol kesehatan masih harus terus diperketat dan bersegera dalam mendapatkan vaksinasi Covid-19.

 

Seiring dengan perkembangan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 varian omicron di Indonesia, tentu memberikan kekhawatiran kepada masyarakat, mengingat kekuatan penularan varian omicron jauh lebih cepat dibandingkan dengan varian delta.

 

Menjawab kekhawatiran tersebut, pemerintah menyarankan kepada masyarakat untuk tidak panik dan kembali menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Hal ini dikarenakan meski memiliki kemampuan penularan yang cukup cepat, varian omicron terbukti memiliki gejala yang lebih ringan, bahkan untuk beberapa pasien tidak mengalami gejala sama sekali.

 

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan apabila terkonfirmasi positif Covid-19 dengan varian omicron :

1. Apabila bergejala ringan/tanpa gejala, utamakan isolasi mandiri dan lapor ke puskesmas serta melakukan pemeriksaan melalui layanan telemedicine.

2. Isolasi mandiri dilakukan selama 10 hari, terhitung dari waktu pengambilan swab.

3. Masyarakat juga dapat memanfaatkan fasilitas isolasi terpusat yang telah disediakan di masing-masing daerah

 

Dengan memahami tiga poin di atas, diharapkan proses penyebaran covid-19 varian omicron dapat segera diminimalisir. Tetap waspada dengan pasien tanpa gejala dengan menerapkan protokol kesehatan 5M dengan baik dan benar, serta bersegera dalam mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap dan booster bagi masyarakat berusia 18 tahun keatas.

Sumber :

1.       https://covid19.go.id/artikel/2022/02/09/varian-omicron-menyebar-lebih-cepat-gejala-lebih-ringan

 



judi

[SALAH] COVID-19 Varian Omicron Adalah Senjata Biologis Buatan – Portal Kesehatan Masyarakat

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan penjelasan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). WHO menjelaskan hal itu dalam website who.int pada 26 November 2021.

Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa COVID-19 varian Omicron baru ditemukan pertama kali pada 24 November 2021 di Afrika Selatan, dan menamainya menggunakan huruf Yunani “Omicron”.

Varian ini memiliki sejumlah besar mutasi, beberapa di antaranya mengkhawatirkan.

Bukti awal menunjukkan peningkatan risiko infeksi ulang dengan varian ini, dibandingkan dengan VOC lainnya. Jumlah kasus varian ini meningkat di hampir semua provinsi di Afrika Selatan.

Terkait hoaks seputar covid-19 varian Omicron juga pernah ditulis Cek Fakta Liputan6.com sebelumnya. Anda bisa melalui link berikut ini…

Khusus di Indonesia, varian Omicron ini sudah mendominasi kasus. Hal itu dijelaskan WHO dalam artikel yang sudah ditulis Liputan6.com pada 17 Februari 2022 berjudul “WHO Sebut Varian Omicron BA.1 dan BA.1.1 Paling Dominan di Indonesia”. Berikut isi artikel tersebut:

“Liputan6.com, Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut varian Omicron jenis BA.1 dan BA.1.1 termasuk yang paling dominan di Indonesia. Laporan ini termaktub dalam Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) Situation Report – 87 yang terbit per 16 Februari 2022.

Garis keturunan (varian Omicron) BA.1 dan BA.1.1 adalah yang paling dominan di Indonesia, tulis WHO sebagaimana laporan yang diterima Health Liputan6.com pada Kamis, 17 Februari 2022.

Selain BA.1 dan BA.1.1, WHO juga mencatat, garis keturunan varian Omicron (dari garis keturunan induk B.1.529) telah diidentifikasi di Indonesia, yakni BA.2 dan BA.3. Artinya, sudah ada empat subvarian Omicron yang terdeteksi di Indonesia.

Berdasarkan data Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) per 13 Februari 2022 yang dihimpun WHO, sebaran subvarian Omicron BA.1 di Indonesia hampir mencapai 90 persen, terutama rentang 17-31 Desember 2021.

Subvarian Omicron BA.1.1 bahkan yang paling mendominasi, sudah di angka 100 persen sejak ditemukan varian Omicron sejak 16 Desember 2021 sampai sekarang. Sementara itu, garis keturunan Omicron BA.2 memiliki banyak mutasi karakteristik dengan garis keturunan BA.1, menurut bukti yang tersedia saat ini.”



judi

Mengenal Varian Omicron XE dari Covid-19 – Portal Kesehatan Masyarakat

Varian omicron XE merupakan salah satu jenis terbaru dari Covid-19 yang terdiri dari gabungan 2 varian Omicron yang sudah ada, yakni varian BA.1 dan BA.2. Meski masih perlu mendapatkan penelitian lebih lanjut, namun varian ini telah ditemukan dan menyebar di beberapa negara seperti Thailand, Inggris, dan India.

 

Di Indonesia sendiri, meski kasus aktif terus mengalami penurunan dan mulai diberlakukannya pelonggaran terhadap mobilitas domestik bagi masyarakat, namun kenyataan menunjukkan bahwa Covid-19 belum benar-benar hilang dari dunia, sehingga kita wajib untuk terus patuh terhadap protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi, agar meminimalisir masuknya varian omicron XE untuk masuk ke Indonesia.

 

Dalam keterangannya kepada pers pada tanggal 05 April 2022, Prof. Wiku Adisasmito selaku Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa dengan ditemukannya varian terbaru tersebut, diharapkan masyarakat untuk tidak panik karena hal tersebut akan mempengaruhi kondisi imun tubuh dalam melawan berbagai penularan penyakit yang ada di sekitar kita.

 

Menanggapi kondisi demikian, pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan terhadap penyebaran varian omicron XE tersebut dengan menerapkan berbagai penyesuaian kebijakan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.

 

Dengan mengetahui beberapa hal terkait varian omicron XE diatas, diharapkan mampu memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai perkembangan kasus Covid-19 yang terjadi di dunia, agar warga Indonesia dapat bersiap dan lebih memperhatikan protokol kesehatan sebagai bentuk pencegahan.

 

 



judi

Waspadai Subvarian Omicron (BA.4 dan BA.5) – Portal Kesehatan Masyarakat

Sub varian omicron (BA.4 dan BA.5) telah resmi dinyatakan masuk ke Indonesia. hal ini pertama kali ditemukan pada tanggal 06 Juni 2022. Saat ini, per-tanggal 15 Juni 2022 diketahui bahwa total pasien terpapar varian baru omicron terdapat 4 orang, dimana 1 orang terdeteksi kasus positif BA.4 dan 3 orang lainnya terdeteksi positif varian BA.5.

 

Menanggapi kondisi demikian, dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH selaku Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI bahwa subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat dibandingkan subvarian omicron sebelumnya, yaitu BA.1 dan BA.2. Sedangkan untuk tingkat keparahan, disampaikan bahwa tidak ada indikasi kesakitan yang lebih parah dari varian omicron sebelumnya.

 

Lebih lanjut dr. Syahril mengatakan bahwa masyarakat diharapkan mewaspadai adanya immune escape, yaitu kondisi dimana imunitas seseorang memiliki kemungkinan lolos dari perlindungan kekebalan akibat dari paparan atau infeksi varian omicron.

 

Kondisi di atas menegaskan kepada kita bahwa perilaku hidup Sehat dengan mengikuti protokol kesehatan yang baik serta mengikuti vaksinasi Covid-19 masih menjadi salah satu hal yang penting untuk dilakukan. Hal ini mengingat pandemi belum sepenuhnya hilang dari dunia maupun Indonesia, sehingga kemungkinan terjadinya kenaikan kasus masih sangat dimungkinkan.

 

Segera lakukan isolasi mandiri dan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan melalui fitur telemedicine ketika mengalami gejala Covid-19, sehingga bisa segera mendapatkan penanganan yang cepat, tepat, serta sesuai dengan prosedur penanganan Covid-19.

 



judi

Berkenalan dengan Covid-19 Subvarian Omicron XBB – Portal Kesehatan Masyarakat


Maraknya tren peningkatan kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir terjadi bukan hanya di Indonesia, melainkan juga di sejumlah negara lainya, hal ini beriringan dengan munculnya subvarian Omicron baru, yaitu XBB. Subvarian Omicron XBB ini merupakan rekombinan dari dua turunan Omicron BA.2, yaitu BA.2.10.1 dan BA.2.75. Subvarian ini telah terdeteksi di 35 negara, salah satunya Indonesia.

Subvarian ini terdeteksi pertama kali di India pada bulan Agustus 2022. Subvarian ini disinyalir menular lebih cepat 0.79 kali dibandingkan varian BA.5 dan 0.46 kali dibandingkan varian BA.2. Meskipun lebih cepat, tingkat kematianya tidak lebih parah dibandingkan dengan varian Omicron lainya. Subvarian Omicron XBB ini juga memiliki kemungkinan lolos dari imunitas yang dibentuk oleh infeksi Omicron sebelumnya atau disebut dengan Immune Escape.

Kasus pertama XBB di Indonesia terkonfirmasi pada tanggal 26 September 2022 dan dinyatakan sembuh pada tanggal 3 Oktober 2022. Kasus ini terdeteksi pada seorang perempuan berusia 29 tahun yang baru saja kembali dari Lombok, Nusa Tenggara Barat dan merupakan transmisi lokal. Sampai dengan tanggal 10 November 2022, total terdapat 48 kasus subvarian XBB.

Gejala yang dilaporkan pada penderita subvarian XBB, umumnya ringan. Penderita dapat merasakan gejala Covid-19 pada umumnya seperti; demam, batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, nyeri otot, pilek/hidung tersumbat, sakit kepala, kehilangan indera perasa/penciuman, mual muntah, diare serta badan lemas dan mudah lelah.

Untuk itu, jangan sampai lengah! Tetap patuhi protokol kesehatan. Memakai masker dengan benar, cuci tangan dengan sabun , hindari kerumunan, menjaga jarak serta lengkapi vaksinasi hingga booster adalah kunci utama pencegahan penularan Covid-19!

Sumber:
-https://covid19.go.id/id/artikel/2022/10/27/varian-xbb-covid-19-terdeteksi-di-indonesia
-https://www.who.int/news/item/27-10-2022-tag-ve-statement-on-omicron-sublineages-bq.1-and-xbb
-https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20221104/1341577/vaksinasi-dan-prokes-dua-jurus-jitu-hadapi-varian-omicron-xbb/