Jam Buka

Mon - Fri: 7AM - 7PM

Menampilkan: 1 - 2 dari 2 HASIL
judi

Panduan bagi Keluarga dan Perawat – Portal Kesehatan Masyarakat

Pandemi Covid-19 dengan berbagai variannya yang mulai kembali mengalami peningkatan jumlah telah memberikan rasa khawatir bagi masyarakat Indonesia. Meski saat ini mayoritas mengalami gejala ringan ataupun tanpa gejala sehingga hanya perlu melakukan isolasi mandiri, namun pengetahuan mengenai cara perawatan pasien Covid-19 yang sedang melakukan isolasi mandiri, menjadi hal yang tetap penting untuk diketahui dan dilaksanakan oleh seluruh anggota keluarga.

Pada prosesnya, pengetahuan yang baik mengenai langkah-langkah perawatan pasien Covid-19 yang sedang melakukan isolasi mandiri, akan berdampak baik pada pasien maupun anggota keluarga yang menjaganya. Pasien akan mengalami masa penyembuhan dengan baik, dan anggota keluarga maupun  perawat yang datang untuk menjaga pasien juga terhindar dari paparan Covid-19.

Melihat urgensi dari panduan perawatan rumah bagi pasien Covid-19, berikut beberapa hal yang perlu dilakukan agar kesehatan pasien dan anggota keluarga maupun perawat dapat tetap terjaga :

Tentukan satu anggota keluarga yang merawat pasien. Perawat pasien sebaiknya tidak memiliki faktor risiko tinggi dan paling sedikit berinteraksi dengan orang luar

Siapkan ruangan terpisah atau terisolasi untuk pasien Covid-19

Buka jendela untuk untuk meningkatkan ventilasi dan sirkulasi udara segar

Tidak membiarkan kunjungan orang dari luar rumah dan hindari kontak erat (kurang dari satu meter) dengan pasien Covid-19

Setiap orang harus memakai masker medis ketika seruangan dengan pasien Covid-19

Cuci tangan sesering mungkin dengan sabun dan air bersih mengalir atau dengan hand sanitizer yang mengandung alkohol

Bersihkan dan disinfeksi permukaan yang sering dijamah, terutama yang dijamah oleh pasien Covid-19

Gunakan peralatan terpisah dengan pasien Covid-19, seperti alat makan dan tempat tidur

Pasien Covid-19 harus perbanyak istirahat, minum banyak cairan, dan makan makanan bergizi seimbang, serta melanjutkan pengobatan untuk kondisi kronis

Minum parasetamol/acetominofen jika demam/badan sakit sesuai aturan. Antibiotik tidak efektif untuk melawan infeksi Covid-19

Segera hubungi petugas medis apabila pada pasien covid-19 baik yang tidak memiliki komorbid, maupun memiliki komorbid seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, penyakit jantung kronis dan lainnya mengalami beberapa gejala seperti :

Kesulitan bernafas

Nyeri dada

Kebingungan

Kehilangan kemampuan berbicara atau pergerakan

Gunakan Oxymeter untuk memantau saturasi oksigen pasien, dengan memperhatikan beberapa poin berikut :

Bagi orang dengan faktor risiko tinggi, cek saturasi oksigen dua kali sehari dan melaporkan hasilnya ke tenaga kesehatan

Ikuti petunjuk penggunaan alat tersebut secara benar

Jika saturasi oksigen di bawah 90%, hubungi petugas gawat darurat

Jika saturasi oksigen antara 90-94%, hubungi petugas kesehatan untuk mendapatkan panduan perawatan

Untuk anak-anak, jika saturasi oksigen di bawah 90%, juga ada batuk, sulit bernafas, tidak bisa menyusu atau minum, kondisi lelah dan tidak membaik setelah beristirahat atau tidak sadar, atau kejang, segera hubungi petugas gawat darurat

Demikian beberapa hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh anggota keluarga maupun perawat pada saat menjaga pasien Covid-19 yang sedang isolasi mandiri di dalam rumah. Dengan memahami dan menerapkan dengan baik langkah-langkah diatas, diharapkan mampu memberikan petunjuk dan rasa aman bagi pasien dan keluarga. Tetap disiplin protokol kesehatan dan segera divaksinasi jika belum, agar dapat mencegah penularan Covid-19 dan mengurangi risiko rawat inap dan kematian.

 

Editor:

Eunice Margarini, SKM, MIPH

Marsha Anindita, S.Ds

 

 


judi

Panduan Penyelenggaraan Takbiran Idul Fitri 2022 – Portal Kesehatan Masyarakat

Tidak terasa bahwa kita telah sampai pada penghujung bulan ramadhan, dan tidak lama lagi Hari raya Idul Fitrti akan segera tiba. Terdapat beberapa sunnah yang yang diajarkan untuk menyambut Hari Raya, salah satunya adalah melakukan takbiran yang dilakukan sejak maghrib malam tanggal 1 syawal hingga selesai melakukan sholat ied.

 

Pada masyarakat Indonesia sendiri, terdapat beragam budaya yang dipadukan dengan kumandang takbir pada malam takbiran, seperti adanya pawai obor hingga pawai kendaraan melintasi berbagai jalannan kota dengan diiringi oleh kumandang takbir.

 

Namun kini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pandemi Covid-19 yang sepenuhnya hilang dari tengah masyarakat membuat berbagai macam kegiatan perlu dilakukan penyesuaian untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran, serta melindungi masyarakat dari risiko penularan Covid-19.

 

Penyesuaian terkait pelaksanaan takbiran telah dikeluarkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Surat Edaran no.08 Tahun 2022 tentang panduan Penyelenggaraan Ibadah Pada Bulan Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 1443 H/ 2022 M.

 

Adapun beberapa penyesuaian yang diatur pada pelaksanaan takbiran tahun 2022 ini adalah sebagai berikut :

 

1. Masyarakat dihimbau untuk mengumandangkan takbir pada malam Idul Fitri Tahun 1443 H/2022 M di masjid/mushola atau rumah masing-masing.

2. Penggunaan pengeras suara mengacu pada Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE.05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Mushola.

 

Penerapan penyesuaian diatas, diharapkan mampu menjadi salah satu usaha pencegahan penyebaran Covid-19 selama malam takbiran dan Hari Raya Idul Fitri, sehingga pelaksanaan ibadah tetap dapat berjalan dengan lancar dan penuh khidmat.

Tetap patuhi protokol kesehatan dan segera lakukan pemeriksaan Segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala Covid-19 atau berbagai penyakit lainnya, agar bisa segera mendapatkan penanganan yang cepat, tepat, dan sesuai dengan prosedur penanganan.