Jam Buka

Mon - Fri: 7AM - 7PM

Menampilkan: 1 - 2 dari 2 HASIL
judi

Kenali Syndrome Revenge Bedtime dan Pencegahannya – Portal Kesehatan Masyarakat

Selama pandemi Covid-19, hampir semua kegiatan dialihkan menjadi secara daring atau tidak melakukan tatap muka secara langsung. Hal ini dilakukan agar proses penyebaran Covid-19 tidak terjadi di area kerja, sekolah maupun area publik lainnya. Namun, hal tersebut membuat pola hidup berubah secara drastis dan memaksa rentang waktu berada di depan layar ponsel maupun komputer menjadi lebih lama.

Kondisi demikian apabila diulang secara terus menerus, akan mengakibatkan seseorang mengalami syndrome revenge bedtime procrastination. Sindrom ini merupakan salah satu penyakit di mana tubuh berada pada kondisi ngantuk, namun kita melakukan penundaan jam tidur dan lebih memilih untuk melakukan kegiatan menyenangkan diri  dengan scrolling sosial media.

Sindrom ini dapat dihentikan dan dicegah dengan memperbaiki pola kegiatan sebelum tidur, diantaranya adalah sebagai berikut :

Membangun pola tidur yang baik dengan tidur dan bangun dengan waktu yang konsisten setiap hari, termasuk saat libur

Hindari konsumsi kopi atau kafein pada sore/malam hari

Berhenti gunakan gawai 30 menit sebelum tidur

Memasang notifikasi screen time pada gawai untuk mengingatkan waktu tidur

Lakukan rutinitas sebelum tidur yang membuat rileks, seperti membaca buku atau meditasi.

Dengan menjalankan beberapa hal di atas tips terhindar dari syndrome revenge bedtime procrastination diatas, diharapkan mampu memberikan waktu dan kualitas tidur yang lebih baik lagi. Sehingga pada siang hari dapat menjalankan kegiatan yang lebih maksimal dan penuh semangat.

Editor: Astasari

Mutiara Rani

 

 



judi

[SALAH] Ramsay Hunt syndrome disebabkan oleh vaksin Covid-19 – Portal Kesehatan Masyarakat


[SALAH] Ramsay Hunt syndrome disebabkan oleh vaksin Covid-19

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. dr. Zubairi Djoerban telah menjelaskan terkait Ramsay Hunt syndrome yang diderita Justin Bieber dalam utas di akun Twitter yang dimilikinya. Dijelaskan bahwa Ramsay Hunt syndrome adalah Suatu kondisi yang disebabkan reaktivasi virus. Sindrom ini bertanggung jawab atas 12% kasus kelumpuhan wajah, dengan prognosis yang lebih buruk ketimbang Bell’s palsy (kelumpuhan salah satu sisi otot wajah sehingga wajah tampak melorot). Virus yang menyebabkan penyakit ini adalah Varicella-zoster virus (VZV). Ini adalah virus yang sama yang menyebabkan anak-anak terkena cacar air dan cacar ular (herpes zoster) pada orang dewasa.

Di akhir utasnya dr Zubairi menjelaskan pula bahwa belum ada bukti terkait Ramsay Hunt Syndrome yang dialami Justin Bieber disebabkan vaksin Covid-19. Beliau menambahkan jika sindrom ini sudah ada obatnya di Indonesia dan tersedia juga di apotek-apotek. Ia menjelaskan, obat-obatan yang bisa digunakan untuk penyakit Ramsay Hunt Syndrome, yakni Valacyclovir, Acyclovir, dan Famciclovir, menurut pengalamannya, untuk konsumsi Valacyclovir lebih baik ditambah dengan obat steroid (seperti Prednison).

Berdasarkan penjelasan di atas klaim tentang Ramsay Hunt syndrome yang diderita Justin Bieber disebabkan oleh vaksin Covin-19 adalah keliru dan termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan.