Jam Buka

Mon - Fri: 7AM - 7PM

Menampilkan: 1 - 2 dari 2 HASIL
judi

Tidur Malam Minum Es Teh 1 Gelas Eps.1 – Portal Kesehatan Masyarakat

Es Teh manis diabetes

Manis… Seperti apa sih yang terlalu manis…?

Seringkali kita merasa perlu menemani makan pagi/siang malam kita dengan minuman yang menyegarkan. Sebagai teman setia di kala pahitnya kehidupan (eaa) minuman manis seringkali menjadi pilihan.

Minuman manis tentu mengandung gula, gula yang tentu ada manfaatnya agar menjadi sumber energi seringkali memiliki dampak buruk terhadap kesehatan, terlebih bila gula nya berasal dari gula sederhana.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No 30 Thn. 2013, dianjurkan konsumsi gula per hari adalah 10% dari total energi, atau bila dihitung kalorinya adalah sebesar 200 kkal, dimana angka tersebut setara dengan 4 sendok makan atau 50 gram gula.

200kkal… itu sebanding dengan apa ya? Menurut Beeru Indonesia, minuman boba dengan gula aren kesukaan banyak orang yang ngehits di Indonesia, mengandung kurang lebih 432 kkal per porsi…

“Ah aku mah gasuka minum boba… Coffee is the key!” Nah minuman kopi susu gula aren yang bikin melek dengan berat 350 gram punya kalori kurang lebih 245 kkal, loh!

Enak sih, tapi gimana ya…?
Tapi kalau kita tau berapa kalori dari setiap makanan dan minuman yang kita beli, rasa manisnya tetap bisa dinikmati dengan nyaman dan rasa aman ya😊

#Portkesmas#tidurmalamminumestehsatugelas



judi

Tidur Malam Minum Es Teh 1 Gelas Eps.2 – Portal Kesehatan Masyarakat

Masih seputar kalori, minuman dan makanan manis, serta dampaknya untuk kesehatan nih…

Kota New York di Amerika Serikat telah merilis kebijakan yang mewajibkan Food Service Establishments (FSEs) termasuk restoran, kafe, franchise penyedia makanan dan minuman untuk mencantumkan kalori dari setiap menu yang dipasarkan, baik itu di layar, menu cetak, dan lainnya.

Kebijakan NYC Regulation 81.50 yang pertama kali berlaku pada 2008 silam, diteliti telah berhasil meningkatkan jumlah konsumen yang mengambil “calorie-informed choices” atau memilih menu makanan dan minuman yang berbasis kalori dari setiap menu-nya, tidak hanya berdasarkan review dan rasa (serta harga tentunya).

Studi oleh Dumanovsky et al, melaporkan peningkatan dari 25% menjadi 64% konsumen yang melihat dan memperhatikan kalori dari setiap makanan dan minuman, serta peningkatan dari 10% menjadi 20% konsumen yang mengambil keputusan berbasis kalori.

Lalu bagaimana dampak dari kebijakan ini terhadap jasa penyedia makanan? Studi oleh Grummon et al, melaporkan terdapat hubungan antara implementasi kebijakan tersebut dengan perubahan menu dari jasa penyedia makanan. Diketahui sejak kebijakan tersebut diimplementasikan, 59 franchise makanan dan minuman memilih untuk meluncurkan menu dengan kalori rendah dimana perbedaannya mencapai 112.9 kkal.

Di Indonesia sendiri, belum ada kebijakan yang mewajibkan untuk mencantumkan jumlah kalori di setiap menu, namun beberapa restoran, kafe, franchise penyedia makanan dan minuman sudah ada yang memasang jumlah kalori di menunya.
Coba sebutkan di kolom komentar ya, Restoran/Kedai/Rumah Makan andalan mu yang mencantumkan kalori di menu makanan dan minumannya!

Sumber:

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20966367/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/34967879/

#Portkesmas#tidurmalamminumestehsatugelas