Jam Buka

Mon - Fri: 7AM - 7PM

Menampilkan: 1 - 6 dari 6 HASIL
judi

Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 Booster di UPK Kemenkes – Portal Kesehatan Masyarakat

Terciptanya masyarakat yang sehat dan bebas dari paparan Covid-19 merupakan cita-cita bersama yang sedang diperjuangkan oleh pemerintah dan seluruh masyarakat. Tepat pada tanggal 12 Januari 2022, pemerintah telah mulai memberlakukan penyuntikan vaksin booster atau vaksin dosis ketiga untuk masyarakat Indonesia. adanya kegiatan tersebut, dikarenakan mutasi yang masih terus berlanjut dari Covid-19 yang telah masuk ke Indonesia, sehingga perlindungan terhadap masyarakat sangat perlu untuk kembali diperhatikan dan ditingkatkan.

 

Pemberian vaksin booster kepada masyarakat akan dilakukan secara gratis dan dapat diakses di berbagai fasilitas kesehatan atau tempat vaksinasi terdekat dengan membawa KTP dan surat bukti vaksinasi dosis 1 dan 2 yang terdapat pada aplikasi pedliLindungi. Pada menu aplikasi PeduliLindungi masyarakat dapat melakukan pengecekkan dengan melakukan beberapa langkah berikut ;

 

1.  Buka aplikasi PeduliLindungi pada perangkat anda

2. Masuk dengan akun yang telah terdaftar sebelumnya

3. Klik menu “Profil” dan pilih “Status Vaksinasi & Hasil Tes Covid-19”

4. Status dan jadwal vaksinasi booster akan muncul di akun

5. Untuk cek tiket vaksin, masuk ke menu “Riwayat dan Tiket Vaksin”

 

Untuk merealisasikan terciptanya masyarakat yang bebas dari Covid-19 melalui vaksinasi booster, maka Unit Pelayanan Kesehatan (UPK) juga akan turut hadir membantu dalam penyelenggaraan vaksinasi. apabila terdapat masyarakat yang telah mendapatkan jadwal vaksinasi booster, dapat secara langsung ikut serta dengan melakukan pendaftaran pada link berikut (https://bit.ly/pendaftaranvaksinboosterupk) Segera lakukan vaksinasi Booster dan tetap menjaga protokol kesehatan 5M (Menjaga Jarak, Menggunakan Masker, Mencuci tangan, Menghindari kerumunan, Membatasi mobilitas) agar penyebaran Covid-19 dapat segera dihentikan.

Sumber ;

1.   https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20220111/1739139/vaksin-booster-segera-dimulai-cek-tiket-vaksinasi-di-pedulilindungi/

 



judi

Lengkapi Vaksinasi, Kunci Proteksi Di Tengah Pandemi – Portal Kesehatan Masyarakat

Perkembangan kasus aktif Covid-19 indonesia yang telah mengalami penurunan secara nasional merupakan hal yang harus diapresiasi, selain pertanda bahwa penyebaran Covid-19 mulai dapat dikendalikan, namun juga menandakan bahwa masyarakat masih terus berjuan dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti program vaksinasi.

 

Meski demikian, vaksinasi dosis lengkap dan dosis tambahan (booster) masih menjadi hal yang sangat penting dan harus terus dilakukan, mengingat pandemi Covid-19 belum hilang secara total.

 

Dalam keterangannya terhadap pers, Prof. Wiku Adisasmto selaku Juru Bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 mengingatkan pentingnya mengikuti vaksinasi bagi masyarakat, terutama yang memiliki komorbid.

 

Data pada 3 rumah sakit besar nasional di Indonesia menunjukkan bahwa kematian akibat paparan virus Covid-19 bagi pasien dengan komorbid seperti diabetes melitus, hipertensi, dan gagal ginjal mencapai angka yang cukup tinggi dan mendominasi.

 

Sehingga dengan demikian, masyarakat diharapkan bisa memproteksi diri di masa pandemi covid-19 seperti saat ini dengan mengikuti program vaksinasi Covid-19. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kematian, hospitalisasi, hingga risiko terburuk akibat paparan Covid-19.

 

Tetap jaga protokol kesehatan selama melakukan aktifitas baik di dalam maupun diluar rumah, dan segera lakukan isolasi mandiri dan melakukan pemeriksaan ke rumah sakit melalui layanan telemedicine apabila mengalami gejala Covid-19, agar bisa segera mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

 



judi

Vaksinasi COVID-19 tidak berkaitan dengan Hepatitis pada Anak – Portal Kesehatan Masyarakat


Vaksin Covid Tidak Hepatitis

Kementerian Kesehatan (5/4) menyampaikan bahwa sampai saat ini vaksinasi Covid-19 tidak berkaitan dengan munculnya penyakit hepatitis akut pada anak yang belum diketahui penyebabnya.

Cek kompilasi informasi lengkap terkini pada tautan s.id/hepatitis

#portkesmas



judi

Sesat, Pengadilan Italia Putuskan Aturan Vaksinasi Wajib Inkonstitusional – Portal Kesehatan Masyarakat


Sesat, Pengadilan Italia Putuskan Aturan Vaksinasi Wajib Inkonstitusional

Untuk memeriksa klaim tersebut, Tempo mengakses putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Sisilia, Italia, Administrative Justice Council for the Region of Sicily, 16 March 2022, Order no. ‎351/2022‎. Putusan yang telah dialih ke bahasa Inggris itu dipublikasikan di situs Covid19litigation.org, situs database putusan hukum terkait dengan Covid-19 yang dikelola University of Trento. 
Dalam amar putusan tersebut, hakim tidak memutuskan bahwa undang-undang yang mengatur vaksinasi wajib adalah inkonstitusional. Fakta yang tertulis, hakim menangguhkan persidangan hingga ada keputusan Mahkamah Konstitusi setelah mengirimkan dokumen ke Mahkamah. 
“Karena hakim telah mengirimkan dokumen ke Mahkamah Konstitusi yang meragukan ketidakabsahan ketentuan yang memberlakukan persyaratan vaksinasi, persidangan ditangguhkan hingga ada keputusan Mahkamah,” demikian petikan yang tertulis dalam kesimpulan umum amar putusan hakim Pengadilan Administratif Campania, Naples, Italia Maria Abbruzzese.
Sidang tersebut bermula dari gugatan seorang mahasiswa Ilmu Keperawatan di Universitas Palermo yang dilarang mengikuti pelatihan magang karena tidak divaksin COVID-19. Dia menolak divaksin karena pernah terinfeksi Covid-19 dan dapat menimbulkan risiko kematian yang serius. Sementara Aturan wajib vaksin bagi pekerja di bidang medis dan kesehatan telah ditetapkan berdasarkan Undang-undang n. 44/2021. Aturan tersebut bertujuan untuk melindungi individu di tempat kerja, pasien serta layanan kesehatan.  
Dijelaskan lebih rinci dalam situs Covid19litigation.org pada 30 Maret 2022, Pengadilan Tata Usaha Negara Sisilia mengajukan pertanyaan konstitusionalitas ke Mahkamah Konstitusi tentang vaksinasi wajib bagi profesional perawatan kesehatan yang ditetapkan oleh undang-undang Italia pada tahun 2021. 
Pengadilan tata usaha negara bertanya kepada Mahkamah Konstitusi apakah undang-undang tersebut sesuai dengan persyaratan konstitusional tentang undang-undang terkait vaksin yang memaksakan keseimbangan antara manfaat kolektif yang berasal dari vaksinasi wajib dan individu. Pembatasan hak untuk menentukan nasib sendiri harus sepenuhnya dibenarkan oleh perlindungan kesehatan kolektif sesuai dengan prinsip-prinsip yang ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi Italia (Putusan 5/2018). 
Pengadilan bagaimanapun menyoroti perbedaan antara prinsip-prinsip yang terkait dengan vaksinasi wajib di waktu biasa dan mereka dalam keadaan darurat pandemi. Hakim PTUN Sisilia meminta Mahkamah Konstitusi untuk merevisi kriteria vaksinasi wajib di masa pandemi terutama terkait dengan farmakovigilans dan pemantauan terkait vaksin yang tunduk pada otorisasi bersyarat.
Klaim pernyataan Efek Samping Fatal Terlalu Berisiko
Tempo tidak menemukan dalam amar putusan hakim yang menyebut efek samping fatal terlalu berisiko atau fatal side effects’ too risky. Dalam amar putusan yang tertulis menyebutkan bahwa pengadilan berpendapat dengan mempertimbangkan ketidakpastian umum tentang efek samping, pihak administratif harus diminta untuk memantau agar memastikan efek negatif yang terkait dengan vaksinasi terdeteksi dengan cepat dan efektif. Kurangnya koleksi (data) semacam itu mengarah pada profil otonom atas ketidakwajaran dan membuat orang meragukan administrasi yang baik dan benar.
“The Court holds in this respect that, in consideration of the general ‎uncertainty about the side-effects, an appropriate monitoring regime ‎should be required of the administration to ensure that collateral ‎negative effects related to vaccination are promptly and effectively ‎detected. The lack of such collection leads to an autonomous profile ‎of unreasonableness and makes one doubt good and correct ‎administration.‎”
Pengadilan Tata Usaha Negara Sisilia mempertanyakan kepada Mahkamah Konstitusi apakah vaksinasi wajib didasarkan pada bukti ilmiah yang cukup, apakah kewajiban untuk menginformasikan mereka yang tunduk pada vaksinasi wajib didefinisikan secara memadai dan, apakah rezim pemantauan yang tepat diperlukan untuk administrasi agar memastikan bahwa efek negatif kolateral vaksinasi segera dan terdeteksi secara efektif. 
Menurut pengadilan, aturan tentang vaksinasi wajib harus ditinjau secara terus menerus mengingat evolusi pengetahuan medis dan ilmiah serta undang-undang harus mengatur tindakan pencegahan dan mitigasi terkait dengan efek vaksin.



judi

3 Manfaat Penting Vaksinasi Covid-19 – Portal Kesehatan Masyarakat

Dalam meminimalisir terpapar Covid-19, terdapat banyak instrumen pencegahan yang dapat dilakukan, salah satunya adalah dengan menerapkan protokol kesehatan 5M, yaitu Mencuci tangan, Menggunakan masker, Menjaga jarak, Membatasi mobilitas, dan Menghindari kerumunan.

 

Selain itu, instrumen pencegahan yang dapat dilakukan juga bias dengan mengikuti program vaksinasi yang telah diselenggarakan oleh pemerintah, baik dosis primer maupun booster. Karena hanya dengan demikian, tubuh akan lebih terjaga selama berada di kondisi pandemic Covid-19 seperti saat ini.

 

Manfaat Penting Vaksinasi Covid-19

 

Berikut ini adalah beberapa poin manfaat apabila kita mengikuti vaksinasi Covid-19, diantaranya adalah:

 

1. Dengan mengikuti vaksinasi Covid-19 maka risiko terinfeksi berkurang.

2. Vaksin Covid-19 dapat mencegah perburukan kondisi tubuh apabila terinfeksi Covid-19.

3. Vaksin Covid-19 juga dapat mengurangi jumlah virus di dalam tubuh seseorang, sehingga tidak mudah menularkan pada orang lain.

Dapat dilihat pada beberapa manfaat mengikuti vaksinasi Covid-19 di atas, bahwa manfaat tidak hanya dapat dirasakan oleh tubuh, namun juga bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Sehingga dengan mengetahui hal tersebut, diharapkan masyarakat tidak lagi ragu untuk mengikuti vaksinasi Covid-19.

 

Mari bersama membentuk Herd immunity atau kekebalan kelompok di tengah masyarakat, dengan bersegera mengikuti vaksinasi Covid-19.

 

Segera lakukan isolasi mandiri dan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan melalui fitur telemedicine ketika mengalami gejala Covid-19’, agar bisa segera mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat dari petugas kesehatan.

 

 



judi

Bagi Masyarakat, Vaksinasi Covid-19 Sudah Tidak Diperlukan – Portal Kesehatan Masyarakat

Menunggu datangnya warga untuk vaksinasi
Menunggu datangnya warga untuk vaksinasi

Minat masyarakat untuk vaksinasi COVID-19 hingga dosis booster sudahlah menurun. Hal tersebut terlihat dari capaian vaksinasi yang rendah sekali tiap hari-nya. Jauh sekali dibandingkan dengan laju vaksinasi di awal pemberian vaksinasi dulu. Saya pun juga melaksanakan pelayanan vaksinasi. Mungkin dalam sehari pelayanan di Puskesmas, saya hanya dapat 10 orang. Terpakai paling banyak 2 vial vaksin, itu pun vial kedua sering masih tersisa beberapa dosis.

Saya pun bertanya pada mereka yang tetap datang untuk melengkapi dosis vaksinasinya hingga booster. Mayoritas dari mereka menjawab antisipasi rencana berpergian dengan kereta dan pesawat. Momentumnya memang tepat, kedepan ada momen mudik dan pulang kampung. Ada beberapa juga sih temuan lucu, misalnya seperti syarat menikah dari kelurahan harus lampirkan sertifikat vaksin booster. Hahaha. Masa batal menikah karena belum booster!

Tapi demikianlah realita kita hari ini untuk program vaksinasi booster ini. Kondisi pandemi yang membaik dan kebijakan yang sudah lebih renggang seperti tidak adanya lagi pengecekkan pedulindungi di tempat publik jadi faktor pendukung turunnya minat masyarakat. Rasanya sulit kalau tidak ada inovasi lain untuk dapat mencapai target pemerintah di masa transisi pandemi ini terkait cakupan vaksinasi booster yang harus mencapai 50% untuk usia diatas 18 keatas.

Kalau melihat studi kualitatif yang dilakukan oleh John Hopkins CCP (JHCCP) pada tahun 2022, ketakutan masyarakat terkait COVID-19 memang sudah menurun. COVID-19 hanya seperti common cold. Sudah tidak seberbahaya dulu. Bahkan orang jadi lebih takut dengan vaksinasi-nya dibandingkan dengan penyakitnya.

Temuan menarik juga saya temukan di survei Nielsen-UNICEF di akhir tahun 2022. Hampir 50% dari partisipan survei yang sudah dosis lengkap (dua dosis) tidak mau mengambil dosis berikutnya (booster). Beberapa alasan yang dominan mengapa orang tidak mau divaksinasi adalah khawatir efek samping dan norma sosial (menunggu orang lain).

Saya tertarik dengan persepsi kekhawatiran masyarakat terkait efek samping vaksinasi. Rasanya dengan sudah diberikannya 400 juta suntikan bagi warga Indonesia saat ini, apalagi yang perlu dikhawatirkan. Selain itu, rasanya komunikasi kita terkait Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) sudah sangat masif. Vaksinasi tidak akan sebabkan orang lumpuh, penyakit serius, atau bahkan kematian.

Ternyata berdasarkan survei tersebut, kekhawatiran masyarakat tidak sejauh itu. Kekhawatiran yang paling dominan di masyarakat terkait efek samping dari vaksinasi adalah khawatir tubuhnya jadi lemah. Asumsi saya ini berkaitan dengan faktor ekonomi, orang tidak mau produktivitasnya terganggu dalam bekerja dalam beberapa hari akibat KIPI setelah vaksinasi.

Selain itu, Kemenkes pada bulan Januari 2023 juga sudah mengeluarkan riset terbaru terkait kekebalan masyarakat Indonesia terhadap COVID-19. Hasilnya sejalan dengan kondisi saat ini. 99% masyarakat Indonesia sudah punya kekebalan terhadap COVID-19.

Lantas, apakah vaksinasi booster masih diperlukan? Bila masih diperlukan, apa yang perlu kita lakukan agar orang mau vaksin hingga booster?

BA
Jakarta, 24 Maret 2023