Jam Buka

Mon - Fri: 7AM - 7PM

Menampilkan: 1 - 5 dari 5 HASIL
judi

Langkah Cepat Pemerintah dalam Cegah Penyebaran Covid-19 Varian Omicron – Portal Kesehatan Masyarakat

Sejak tanggal 16 Desember 2021, varian Omicron terkonfirmasi masuk ke negara Indonesia dan terdeteksi pada salah satu pekerja di Wisma Atlet. Melihat kondisi demikian, pemerintah Indonesia segera mengambil langkah antisipasi dengan melakukan lockdown pada lokasi Wisma Atlet guna mencegah keluar dan masuknya masyarakat yang ditakutkan dapat menjadi salah satu media penyebaran varian Omicron di tengah masyarakat Indonesia secara umum.  

Selain melakukan antisipasi di lingkup Wisma Atlet, pemerintah juga melakukan upaya antisipasi secara nasional dengan menetapkan beberapa aturan terkait mobilitas masyarakat, seperti berikut :

Pembatasan WNA dari negara atau wilayah yang sudah memiliki transmisi kasus Omicron.

Untuk WNI dari negara/wilayah tersebut diperbolehkan masuk Indonesia dengan syarat:

wajib PCR (3×24 jam sebelum keberangkatan)

entry test (tes PCR ulang di hari pertama kedatangan)

exit test (tes PCR ulang kedua di hari ke-13 karantina)

menyelesaikan karantina selama 14 hari

Untuk pelaku perjalanan Internasional yang berasal dari negara lainnya wajib:

tes PCR (3X 24 jam sebelum kedatangan)

melakukan tes PCR di hari kedatangan

karantina selama 10 hari dengan tes PCR pada hari ke-2 dan ke-9

Saat ini, kebijakan karantina merupakan kunci dari pencegahan penyebaran Covid-19 varian Omicron yang telah terlanjur masuk ke Indonesia. Untuk itu, diharapkan dengan adanya kebijakan tersebut mampu memberikan harapan untuk meminimalisir penyebaran kasus Covid-19 dengan varian Omicron di wilayah Indonesia.

Editor:

Eunice Margarini, SKM, MIPH

Marsha Anindita, S.Ds

Sumber ;

1.       https://covid19.go.id/edukasi/masyarakat-umum/strategi-pencegahan-berlapis-untuk-antisipasi-varian-omicron

 



judi

Mayoritas Pasien Varian Omicron Bergejala Ringan – Portal Kesehatan Masyarakat

Peningkatan kasus aktif Covid-19 varian omicron yang dalam beberapa waktu ini cukup masif, kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa pandemi Covid-19 masih belum sepenuhnya selesai dan hilang dari Indonesia. sehingga demikian, penerapan protokol kesehatan masih harus terus diperketat dan bersegera dalam mendapatkan vaksinasi Covid-19.

 

Seiring dengan perkembangan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 varian omicron di Indonesia, tentu memberikan kekhawatiran kepada masyarakat, mengingat kekuatan penularan varian omicron jauh lebih cepat dibandingkan dengan varian delta.

 

Menjawab kekhawatiran tersebut, pemerintah menyarankan kepada masyarakat untuk tidak panik dan kembali menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Hal ini dikarenakan meski memiliki kemampuan penularan yang cukup cepat, varian omicron terbukti memiliki gejala yang lebih ringan, bahkan untuk beberapa pasien tidak mengalami gejala sama sekali.

 

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan apabila terkonfirmasi positif Covid-19 dengan varian omicron :

1. Apabila bergejala ringan/tanpa gejala, utamakan isolasi mandiri dan lapor ke puskesmas serta melakukan pemeriksaan melalui layanan telemedicine.

2. Isolasi mandiri dilakukan selama 10 hari, terhitung dari waktu pengambilan swab.

3. Masyarakat juga dapat memanfaatkan fasilitas isolasi terpusat yang telah disediakan di masing-masing daerah

 

Dengan memahami tiga poin di atas, diharapkan proses penyebaran covid-19 varian omicron dapat segera diminimalisir. Tetap waspada dengan pasien tanpa gejala dengan menerapkan protokol kesehatan 5M dengan baik dan benar, serta bersegera dalam mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap dan booster bagi masyarakat berusia 18 tahun keatas.

Sumber :

1.       https://covid19.go.id/artikel/2022/02/09/varian-omicron-menyebar-lebih-cepat-gejala-lebih-ringan

 



judi

[SALAH] COVID-19 Varian Omicron Adalah Senjata Biologis Buatan – Portal Kesehatan Masyarakat

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan penjelasan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). WHO menjelaskan hal itu dalam website who.int pada 26 November 2021.

Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa COVID-19 varian Omicron baru ditemukan pertama kali pada 24 November 2021 di Afrika Selatan, dan menamainya menggunakan huruf Yunani “Omicron”.

Varian ini memiliki sejumlah besar mutasi, beberapa di antaranya mengkhawatirkan.

Bukti awal menunjukkan peningkatan risiko infeksi ulang dengan varian ini, dibandingkan dengan VOC lainnya. Jumlah kasus varian ini meningkat di hampir semua provinsi di Afrika Selatan.

Terkait hoaks seputar covid-19 varian Omicron juga pernah ditulis Cek Fakta Liputan6.com sebelumnya. Anda bisa melalui link berikut ini…

Khusus di Indonesia, varian Omicron ini sudah mendominasi kasus. Hal itu dijelaskan WHO dalam artikel yang sudah ditulis Liputan6.com pada 17 Februari 2022 berjudul “WHO Sebut Varian Omicron BA.1 dan BA.1.1 Paling Dominan di Indonesia”. Berikut isi artikel tersebut:

“Liputan6.com, Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut varian Omicron jenis BA.1 dan BA.1.1 termasuk yang paling dominan di Indonesia. Laporan ini termaktub dalam Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) Situation Report – 87 yang terbit per 16 Februari 2022.

Garis keturunan (varian Omicron) BA.1 dan BA.1.1 adalah yang paling dominan di Indonesia, tulis WHO sebagaimana laporan yang diterima Health Liputan6.com pada Kamis, 17 Februari 2022.

Selain BA.1 dan BA.1.1, WHO juga mencatat, garis keturunan varian Omicron (dari garis keturunan induk B.1.529) telah diidentifikasi di Indonesia, yakni BA.2 dan BA.3. Artinya, sudah ada empat subvarian Omicron yang terdeteksi di Indonesia.

Berdasarkan data Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) per 13 Februari 2022 yang dihimpun WHO, sebaran subvarian Omicron BA.1 di Indonesia hampir mencapai 90 persen, terutama rentang 17-31 Desember 2021.

Subvarian Omicron BA.1.1 bahkan yang paling mendominasi, sudah di angka 100 persen sejak ditemukan varian Omicron sejak 16 Desember 2021 sampai sekarang. Sementara itu, garis keturunan Omicron BA.2 memiliki banyak mutasi karakteristik dengan garis keturunan BA.1, menurut bukti yang tersedia saat ini.”



judi

[SALAH] Tiga Orang China Yang Terpapar Varian Baru dari India Tidak Dapat Dideteksi Dengan Alat Test Covid-19 Biasa – Portal Kesehatan Masyarakat


[SALAH] Tiga Orang China Yang Terpapar Varian Baru dari India Tidak Dapat Dideteksi Dengan Alat Test Covid-19 Biasa

Setelah ditelusuri, klaim tersebut salah. Faktanya, ketiga warga China tersebut sebelumnya sudah terkonfirmasi positif Covid-19 setelah melakukan test Covid-19 yang berbasis asam nukleat, kemudian pemeriksaan CT Scan yang dilakukan dokter tersebut guna mengonfirmasi lebih lanjut.

Dilansir melalui factcheck.hkbu.edu.hk, memang sudah menjadi pedoman pemeriksaan yang dilakukan otoritas kesehatan China untuk melakukan CT Scan untuk mengonfirmasi lebih lanjut hasil positif Covid-19 setelah melakukan test Covid-19 yang berbasis asam nukleat.

Kemudian dilansir dari tfc-taiwan.org.tw bahwa kabar yang beredar tersebut telah salah mengartikan kasus yang terjadi pada tiga orang China yang bekerja di India tersebut. Mengutip dari poynter.org, para pakar menyatakan bahwa alat tes Covid-19 yang berbasis asam nukleat masih dapat mendeteksi Varian Covid-19 yang ada saat ini.

Dengan demikian klaim tiga orang china yang terpapar varian baru dari India tidak dapat dideteksi dengan alat test Covid-19 biasa merupakan hoaks dengan kategori konten yang menyesatkan.



judi

Mengenal Varian Omicron XE dari Covid-19 – Portal Kesehatan Masyarakat

Varian omicron XE merupakan salah satu jenis terbaru dari Covid-19 yang terdiri dari gabungan 2 varian Omicron yang sudah ada, yakni varian BA.1 dan BA.2. Meski masih perlu mendapatkan penelitian lebih lanjut, namun varian ini telah ditemukan dan menyebar di beberapa negara seperti Thailand, Inggris, dan India.

 

Di Indonesia sendiri, meski kasus aktif terus mengalami penurunan dan mulai diberlakukannya pelonggaran terhadap mobilitas domestik bagi masyarakat, namun kenyataan menunjukkan bahwa Covid-19 belum benar-benar hilang dari dunia, sehingga kita wajib untuk terus patuh terhadap protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi, agar meminimalisir masuknya varian omicron XE untuk masuk ke Indonesia.

 

Dalam keterangannya kepada pers pada tanggal 05 April 2022, Prof. Wiku Adisasmito selaku Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa dengan ditemukannya varian terbaru tersebut, diharapkan masyarakat untuk tidak panik karena hal tersebut akan mempengaruhi kondisi imun tubuh dalam melawan berbagai penularan penyakit yang ada di sekitar kita.

 

Menanggapi kondisi demikian, pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan terhadap penyebaran varian omicron XE tersebut dengan menerapkan berbagai penyesuaian kebijakan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.

 

Dengan mengetahui beberapa hal terkait varian omicron XE diatas, diharapkan mampu memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai perkembangan kasus Covid-19 yang terjadi di dunia, agar warga Indonesia dapat bersiap dan lebih memperhatikan protokol kesehatan sebagai bentuk pencegahan.